Serba-Serbi Efiling Pajak Online yang Perlu Wajib Pajak Ketahui

Ilustrasi-Pajak Online
Ilustrasi-Pajak Online

AKURATNEWS - Sebagai seorang warga negara yang baik, sudah sepatutnya Anda membayar pajak dengan disiplin. Pajak sendiri merupakan kontribusi wajib dari rakyat kepada negara yang digunakan untuk membiayai berbagai pengeluaran-pengeluaran negara. Dengan membayar pajak, Anda yang merupakan seorang wajib pajak telah berkontribusi dalam pembiayaan negara dan juga pembangunan nasional.

Berbicara mengenai kewajiban membayar pajak, para wajib pajak tentu sudah tidak asing dengan istilah efiling. Efiling sendiri merupakan salah satu cara pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) elektronik yang dilakukan secara online melalui internet. Penyampaian ini bisa dilakukan melalui situs resmi Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) atau penyedia layanan aplikasi perpajakan yang telah menjadi mitra resmi Ditjen Pajak.

Kehadiran efiling ini tentu menawarkan banyak kemudahan bagi para wajib pajak dalam melakukan aktivitas perpajakannya. Efiling juga menjadi salah satu bukti adanya peningkatan layanan perpajakan di Indonesia yang diharapkan mampu memicu animo masyarakat dalam memenuhi kewajibannya membayar pajak secara tepat waktu. Bukan hanya bagi wajib pajak, efiling sejatinya juga memudahkan para petugas pajak.

Mengenal Efiling Pajak Online

Perlu diketahui bahwa melalui Peraturan Ditjen Pajak Nomor PER-03/PJ/2015 Tentang Penyampaian Surat Pemberitahuan Elektronik, Ditjen pajak meminta seluruh wajib pajak untuk menyampaikan SPT secara online. Peraturan tersebut tentunya ditunjang dengan hadirnya efiling pajak online yang dirilis oleh Ditjen Pajak sebagai sarana penyampaian SPT.

Ada dua cara yang bisa Anda lakukan untuk melakukan efiling secara online. Pertama dengan mengakses situs Ditjen Pajak. Kedua, Anda bisa menggunakan fitur efiling melalui penyedia layanan perpajakan yang telah menjadi mitra resmi Ditjen Pajak. Mengapa harus melalui mitra resmi? Hal ini dimaksudkan agar kegiatan efiling yang dilakukan oleh para wajib pajak langsung terintegrasi dalam layanan Ditjen Pajak.

Sebelum adanya layanan efiling, setiap wajib pajak harus melakukan penyampaian SPT dengan mendatangi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama secara langsung. Di kantor tersebut, wajib pajak akan mendapatkan formulir dan diminta untuk mengisi beberapa data secara tertulis atau manual. Tak hanya itu, wajib pajak juga perlu membawa sejumlah kertas lampiran dan juga data pendukung untuk melapor pajak.

Pelaporan secara manual ini melalui beberapa proses yang cukup menguras banyak waktu dan juga tenaga. Apalagi bagi para wajib pajak yang memiliki banyak aktivitas penting lainnya. Bukan hanya bagi wajib pajak, sebenarnya pelaporan secara manual juga memberikan beban yang cukup berat bagi para petugas pajak, terutama ketika memasuki masa pelaporan.

Para petugas pajak akan menjalani rutinitas yang melelahkan, seperti mengelola dan menyimpan berkas dalam jumlah yang banyak di setiap masa pelaporan. Alhasil, performa para petugas pajak pun menjadi sedikit lambat dan tidak bisa melayani para wajib pajak secara maksimal. Para wajib pajak pun perlu untuk menunggu bahkan mengantri untuk mendapatkan pelayanan.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Redaksi

Baca Juga