Blackout di Inggris Raya

Setelah Indonesia, Giliran Inggris Mati Listrik Massal

Mati Listrik total di Inggris dan Wales. (Foto istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Pemadaman listrik di sebagian pulau Jawa Indonesia beberapa hari lalu hingga 8 jam lamanya, ternyata juga terjadi di Inggris. Kerajaan terbesar di Barat ini mengalami pemadaman massal di hampir seluruh wilayah Inggris Raya plus Wales.

Akibatnya sejumlah layanan di seluruh negara Pangeran Charles itu terganggu. Layanan terparah terganggu ada di layanan transportasi seperti di stasiun kereta dan layanan transportasi lainnya.

National Grid mengatakan pemadaman listirk itu disebabkan oleh masalah pada dua generator listrik yang menyebabkan blackout di wilayah Midlands, Tenggara, Barat Daya dan Timur Laut Inggris, dan Wales.

Departemen Transportasi Inggris mengatakan, telah bekerja keras dengan Network Rail dan yang lainnya untuk memastikan sistem berjalan dan bekerja secepat mungkin, sehingga semua orang dapat menyelesaikan perjalanan mereka dengan aman, lansir BBC, seperti dikutip situs nasional, Sabtu (10/8/2019).

Blackout menyebabkan puncak jam sibuk pada Jumat, semua kereta di King's Cross ditangguhkan dan tetap demikian hampir sepanjang malam. Akibatnya ratusan orang dilaporkan terlantar di stasiun King's Cross karena kereta tertunda dan dibatalkan.

Wartawan BBC Emma Petrie mengatakan ada pengumuman yang meminta penumpang untuk meninggalkan stasiun.

Selain kusutnya transportasi, mati listrik juga menyebabkan lampu lalu lintas di beberapa daerah berhenti bekerja. Seorang juru bicara untuk Transportasi London mengatakan beberapa lampu lalu lintas di ibukota itu "tidak berfungsi" tetapi skala masalahnya belum diketahui.

Pemadaman listrik juga berdampak pada operasional bandara. Penumpang di Bandara Newcastle mengatakan listrik padam selama sekitar 15 menit, tetapi bandara Heathrow, Gatwick dan Luton mengatakan mereka tidak terpengaruh.

Scott McKenzie (31) dari Cardiff, mengatakan berbagai alarm berbunyi di Bandara Newcastle.

"Kami benar-benar jatuh ke dalam kegelapan dan orang-orang menggunakan ponsel mereka sebagai obor untuk melihat dan berkeliling," tambahnya.

Sekitar 500.000 orang terkena dampak di wilayah Western Power Distribution - termasuk 44.500 pelanggan di Wales - dengan listrik kembali menyala tak lama setelah pukul 18.00 waktu setempat, kata perusahaan itu.

Northern Powergrid mengatakan 110.000 pelanggannya mati lampu antara 17:10 dan 18:00 waktu setempat, sementara Listrik Barat laut mengatakan setidaknya 26.000 orang tanpa listrik di Barat laut. Juru bicara UK Power Networks mengatakan 300.000 orang terkena dampak di London dan Tenggara.**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga