Situs Resmi Badan Siber dan Sandi Negara di Serang Hacker

"Yang terpenting saat ini data di dalamnya tersimpan dalam bentuk encrypted, jadi kalaupun tercuri, hacker tidak akan bisa baca isinya," terang Pratama.

Dijelaskannya, dalam dunia keamanan siber, tidak ada sistem informasi yang benar-benar aman 100%, situs penting Amerika seperti FBI (Federal Bureau of Investigationan) dan badan Antariksa Amerika, National Aeronautics and Space Administration (NASA) juga pernah diretas, lalu situs web badan intelijen Amerika, yaitu Central Intelligence Agency  (CIA) pun juga menjadi korban serangan hacker.

"Salah satu solusinya yaitu, untuk security audit atau pentest bisa dilakukan secara berkala baik dengan pendekatan blackbox maupun white box. Metode yang digunakan bisa passive penetration atau active penetration," imbuhnya.

Doktor Pratama menambahkan, khusus untuk pentest Web Defacement, pengujian yang perlu dilakukan adalah Configuration Management Testing, Authentication Testing, Session Management Testing, Authorization Testing, Data Validation Testing dan Web Service Testing, tools yg bisa digunakan antara lain Arachni, OWASP Zed Attack Proxy Project, Websploit dan Acunetic.

Solusi lain, secara kenegaraan adalah dengan menyelesaikan RUU PDP (Rancangan Undang Undang Perlindungan Data Pribadi) dengan segera.

"Jadi ada paksaan atau amanat dari UU PDP untuk memaksa semua lembaga negara melakukan perbaikan infrastruktur IT, SDM bahkan adopsi regulasi yang pro pengamanan siber, tanpa UU PDP, maka kejadian peretasan seperti situs pemerintah akan berulang kembali," pungkasnya.***

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga