SP Online 2020, Mimpi Buruk Bagi Masyarakat Elar Selatan Manggarai Timur

Pemancar signal milik Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kominfo, di Kantor Kecamatan Elar Selatan, pada (Kamis, 20/02/2020), Dok. Akuratnews.com, Yohanes Marto
Pemancar signal milik Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) Kominfo, di Kantor Kecamatan Elar Selatan, pada (Kamis, 20/02/2020), Dok. Akuratnews.com, Yohanes Marto

Manggarai Timur, Akuratnews.com -Sejalan dengan program nasional Badan Pusat Statistik (BPS), pada Senin (17/02/2020) pemerintah Kabupaten Manggarai Timur (MATIM), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengadakan kegiatan peluncuran dan sosialisasi sistem pendataan penduduk secara online bertempat di halaman upaca kantor Bupati Matim di Lehong. Camat Elar Selatan menilai program tersebut bagaikan mimpi buruk bagi masyarakat di Wilayanya.

Dikutip dari bps.go.id, SP 2020 telah diselenggarakan sejak tanggal 15 Februari sampai tanggal 31 Maret 2020. SP 2020 merupakan program nasional Badan Pusat Statistik (BPS) yang dalam pelaksanaanya dilakukan secara online.

Melalui SP Online 2020 tersebut, masyarakat dapat melakukan pendataan kependudukan secara mandiri oleh seluruh penduduk Indonesia, di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja penduduk Indonesia.

Kendati demikian, SP 2020 itu bukan berarti tanpa hambatan. Dalam pelaksanaanya pendataan kependudukan dengan menggunakan sistem online tersebut jelas membutuhkan sarana dan prasarana pendukung sistem informasi teknologi ( IT ).

Ketersediaan sarana dan prasarana telekomunikasi nirkabel antara piranti jaringan operator atau Base Transceiver Station (BTS) di wilayah kabupaten Manggarai Timur masih belum memadai.

Berdasarkan data survei dari Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo), terdapat 53 titik area blank spot di Wilayah Manggarai Timur termasuk di Paan Waru, Kecamatan Elar Selatan.

Terkait kondisi tersebut, Camat Elar Selatan Stephanus Lamar menilai program nasional Sensus Penduduk Online Tahun 2020 yang diselenggarakan oleh Bandan Pusat Statistik (BPS) tersebut bagai mimpi buruk bagi masyarakat di Elar Selatan.

"Kami di Kecamatan Elar Selatan ini mengalami masalah kesulitnya akses informasi dan telekomunikasi. Sehingga program sensus penduduk online itu bagaikan mimpi buruk bagi masyarakat khusus di Kecamatan Elar Selatan," ungkap Camat Elar Selatan Stephanus Lamar saat ditemui diselah kegiatan musrembang di Kator Kecamatan Elar Selatan, (Kamis, 20/02/2020)

Stephanus Lamar menambahkan bahwa meskipun telah ada upaya dari Kementerian Komunikasi dan Informatika melalui Badan Aksesibilitas dan Informasi (BAKTI) untuk untuk membangun infrastruktur telekomunikasi di Wilayah Elar Selatan, namun perangkat IT yang sudah terpasang itu belum berfungsi dengan maksimal.

"Meskipun sudah ada pemancar singnal di Elar Selatan, namun sejak dibangun pada tahun 2019 perangkat IT tersebut belum berfungsi secara maksimal," ucapnya.

Camat Elar Selatan itu berharap agar Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan perhatian khusus terhadap Elar Selatan sehingga bisa bebas dari masalah keterisolasian jaringan internet.

"Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskomimfo) Kabupaten Manggarai Timur, saya meminta Kominfo untuk memberikan perhatian khusus bagi masyarakat Elar Selatan," ungkapnya.

Penulis: Yohanes Marto

Baca Juga