‘Membasuh Luka Palestina’

Tak Ada Alasan Bagi Indonesia Tak Bela Palestina!

AKURATNEWS - Tidak ada alasan Indonesia tidak membela Palestina dari berbagai macam agresi dan intimidasi zionis Israel.

Hal ini ditegaskan Direktur Timur Tengah, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Bagus Hendraning Kobarsyih.

Bagus kembali menegaskan, Indonesia mendukung sepenuh hati agar Palestina mendapatkan kemerdekaan, terlepas dari perbedaan agama, suku, ras, dan sebagainya.

"Isu Palestina adalah isu dekolonisasi, kemanusiaan, penjajahan, dan ini adalah isu yang telah diperjuangkan untuk dihapus bangsa Indonesia sejak awal berdirinya negara Indonesia," kata Bagus saat berbicara dalam acara 'Membasuh Luka Palestina' yang digelar Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) secara online, Kamis (27/5).

Dalam kesempatan ini, ia mengajak masyarakat Indonesia memberikan kontribusi sekecil apa pun kepada Palestina.

"Sekecil apapun, itu akan ikut meringankan kepedihan dan kesedihan yang dialami saudara kita," tuturnya.

Kemenlu, lanjut Bagus, telah melakukan berbagai langkah diplomasi. Di antaranya, membuat inisiatif melakukan perjuangan di forum internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) pada 16 Mei lalu, dan juga di sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 20 Mei.

"Dilanjutkan nanti dengan pertemuan lain di mana Indonesia menjadi anggota Dewan HAM PBB. Dan juga menggalang dukungan gerakan non-Blok untuk menyerukan masyarakat internasional agar peduli dengan melakukan langkah nyata menciptakan kedamaian dan menghentikan kekerasan menuju kemerdekaan rakyat Palestina," paparnya.

Tak hanya itu, pemerintah Indonesia juga terus berkomitmen memberi bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan rakyat Palestina di tengah serangan militer Israel disertai bahaya pandemi.

"Bantuan itu disalurkan melalui organisasi internasional di samping langsung ke pemerintah Palestina sendiri, di antaranya lewat ICRC (Komite Palang Merah Internasional) dan UNRWA (Badan Bantuan PBB untuk Pengungsi Palestina)," ujarnya.

Kemenlu juga menekankan pentingnya memastikan distribusi vaksin secara adil dan merata termasuk kepada rakyat Palestina. Di samping itu, pemerintah Indonesia juga memberikan bantuan bagi seluruh rakyat Palestina dengan meningkatkan sumber daya manusia dan kemampuan rakyat Palestina.

Sementara itu, Habib Ja'far Al Hadar yang menyampaikan tausiyahnya di acara ini mengatakan, Palestina adalah ekspresi ukhuwah Islamiyah umat Islam.

"Kita sedang diuji sebagai umat Islam, apakah kita akan bersatu padu untuk menyatukan barisan melawan penjajahan Israel atas Palestina. Inilah ekspresi dari sholat berjamaah kita setiap hari, apakah kita juga akan berjamaah melawan Israel," ujarnya.

Dia mengingatkan, kalau masih disibukkan dengan sikap saling mencaci-maki satu sama lain, maka Israel bukan hanya tidak akan hancur, tetapi juga masih ada di dalam diri setiap orang karena sikap buruk yang masih dilakukan itu.

Habib Ja'far menekankan, luka Palestina adalah luka orang Indonesia apa pun agamanya karena kemerdekaan Indonesia dibantu oleh Palestina.

Indonesia, kata Ja'far juga telah berjanji melalui pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan dan perdamaian harus diwujudkan.

BAZNAS sendiri berkomitmen terus menunjukkan kepeduliannya kepada bangsa Palestina.

“Kami akan terus berdampingan dengan rakyat dan bangsa Palestina. BAZNAS akan terus menggalang dana untuk meringankan beban bangsa Palestina,” kata Ketua BAZNAS, Noor Achmad di acara ini.

Menurutnya, BAZNAS telah lama membantu dan menyalurkan bantuan terhadap rakyat Palestina baik dalam bentuk barang, dana, dan lain-lain.

Beberapa waktu lalu, BAZNAS juga telah mensrima sekitar Rp1,4 miliar melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Hebron, Palestina.

BAZNAS juga telah menerima amanah sebesar Rp173 juta dari masyarakat kabupaten Mimika untuk kemudian disalurkan kepada Palestina. Serta Rp500 juta dari masyarakat Sumatera Barat.

"Kita berharap seluruh BAZNAS kabupaten/kota/provinsi terus bisa menggalang kekuatan, bantuan untuk bangsa Palestina," ujar Achmad.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga