Dugaan Tayangan Pornografi

Gara-gara Tarian Vulgar, Bupati Berau Marah dan Minta Bubarkan Jambore RX King

Jambore RX King Berau. (Foto istimewa)

Jakarta, Akuratnews.com - Beredar video vulgar penari wanita seksi dalam acara Jambore yang digelar komunitas RX King Berau. Video berdurasi 27 detik itu tersebar di media sosial.

Diberitakan, Bupati Berau Muharram yang melihat video erotis tiga penari meliuk-liuk di depan panggung dimana mereka sengaja disiram air agar tubuhnya basah kuyup, Bupati pun marah.

Pasalnya, Penari itu hanya mengenakan bra dan celana pendek. Bahkan, ada satu penari yang diam saja ketika ada seorang pria datang dan langsung mencium bibirnya. Adegan itu dipertontonkan di ruang terbuka. Aksi itu dinilai terlalu vulgar.

Saat video tarian pengisi acara itu tersebar, sebagian warganet mempertanyakan perizinan kegiatan yang digelar di halaman Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Berau, Sabtu (6/7/2019).

“Acara ini sebaiknya distop dan jangan lagi dilanjutkan segala aktivitasnya. Dan Kadispora harus bertanggung jawab sekaligus membubarkan acara ini,” tulis Muharram menanggapi kiriman video tersebut di salah satu grup WhatsApp sebagaimana dilansir situs nasional grup Jawapos, Pojoksatu.id.

Bupati menilai, aksi salah satu penari wanita dan berjoget bersama seorang laki-laki di video tersebut, dinilai telah mencoreng Bumi Batiwakkal dengan cap kemaksiatan.

“Ini sudah keterlaluan, tolong tindak tegas dan bubarkan,” tegas Muharram.

Bukan hanya bupati, Wakil Bupati Agus Tantomo juga geram. Ia memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk tidak hadir membuka acara tersebut.

Kapolres Berau AKBP Pramuja Sigit Wahono yang dikonfirmasi mengatakan, panitia penyelenggara memang mengantongi izin keramaian dan penyelenggaraan. Meski begitu, panitia tidak bisa seenaknya mengisi acara hiburan dengan menampilkan aksi tarian yang tak etis di masyarakat. Apalagi digelar di lapangan terbuka pada sore hari.

Bahkan, lanjut kapolres, dalam susunan acara yang dilampirkan panitia saat mengajukan perizinan, tidak menyebutkan adanya aksi tarian beberapa wanita sebagai pengisi hiburannya. Karena itu, pihaknya langsung memanggil panitia dan para penarinya, serta menghentikan pelaksanaan kegiatannya.

Selain menghentikan pelaksanaan kegiatan, pihaknya juga memberikan sanksi teguran kepada panitia.

Sanksi tersebut mengacu para Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2017 tentang tata cara perizinan dan pengawasan kegiatan keramaian umum, kegiatan masyarakat lainnya, dan pemberitahuan kegiatan politik.

“Jika ada terkait pidana lainnya, maka disangkakan sesuai pasal tersebut,” jelasnya. Kepolisian juga meminta ketua panitia membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi hal tersebut, serta menjalani wajib lapor. **

Penulis:

Baca Juga