Tawaran Kartu Kubu Jokowi-Ma’ruf Pertanda Rezim Ini Bak Rezim Kembang Gula

Jakarta, Akuratnews.com - Dalam debat ketiga yang digelar Minggu (17/3) lalu, kubu pasangan 01 yang diwakili Cawapresnya KH Ma'ruf Amin menawarkan tiga kartu yang mampu membuat Indonesia maju. Tiga kartu itu masing-masing adalah Kartu Indonesia Pintar, Kartu Sembako Murah dan Kartu Pra Kerja.

Namun, program 'kartu sakti' yang ditawarkan pasangan Jokowi-Ma'ruf ini dinilai tidak efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kartu tersebut justru terkesan membodohi masyarakat.

"Dimana efektivitas kartu-kartu itu. Kartu BPJS saja banyak ditolak," tandas akademisi Universitas Paramadina Jakarta, Herdi Sahrasad dalam diskusi Forum Tebet dengan tema 'Menguji Kehebatan Kartu Sakti atau Paradoks Kartu Sakti' di Jakarta, Selasa (19/3).

Pembicara lainnya yakni Ketua Perkumpulan Swing Voters Indonesia, Adhie M Massardi menambahkan, akan banyak kelemahan dari pengaplikasian kartu-kartu itu nantinya yang disebabkan masih berantakannya administrasi negara.

"Jumlah penduduk Indonesia yang besar, ditambah lagi administrasi negara ini masih berantakan. Contohnya, DPT saja masih amburadul. Padahal kita sudah berkali-kali pemilu," beber Adhie.

Diskusi Forum Tebet dengan tema 'Menguji Kehebatan Kartu Sakti atau Paradoks Kartu Sakti', Selasa (19/3).

Sedangkan praktis media yang juga jurnalis senior, Arief Gunawan menyebut, fenomena atau kebiasaan rezim saat ini yang gemar sekali membuat kartu-kartu seperti itu sebagai sebuah rezim lolypop (kembang gula) alias rezim yang suka mengiming-iming rakyatnya.

"Rencana pembuatan kartu-kartu seperti itu sebenarnya hanya merupakan penyederhanaan masalah dari masalah yang sebenarnya sangat kompleks," tegasnya.

Padahal harusnya, lanjut Arief, perbaikan terjadi di sisi pendidikan nasional, menurunnya harga kebutuhan pokok dan meminimalisir tenaga kerja asing dengan skil rendah.

"Jadi, bukan dengan kartu. Bukan dengan kembang gula atau lolypop, yang sekali lagi pembiayaannya tidak jelas," tandas Arief. (rianz)

Penulis:

Baca Juga