Tekan Sebaran COVID-19, Menkes Tetapkan PSBB di Sidoarjo

Wabup/pelaksana tugas dan wewenang Bupati Sidoarjo selaku Ketua Percepatan Penanganan COVID-19 Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin (kanan) saat membagikan masker pada seorang pedagang di Pasar Krian.
Wabup/pelaksana tugas dan wewenang Bupati Sidoarjo selaku Ketua Percepatan Penanganan COVID-19 Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin (kanan) saat membagikan masker pada seorang pedagang di Pasar Krian.

Sidoarjo, Akuratnews.com - Terjadinya peningkatan dan penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) yang signifikan dan cepat, serta diiringi kejadian transmisi lokal di Surabaya, Sidoarjo dan Gresik, Jawa Timur, akhirnya Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) menetapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terhadap ketiga wilayah itu.

Penetapan itu tertuang dalam Keputusan Menkes RI Nomor: HK.01.07/MENKES/264/2020 tertanggal 21 April 2020 dan ditandatangani Menkes RI, Terawan Agus Putranto.

Ditambahkan, perlunya dilaksanakan PSBB, guna menekan penyebaran COVID-19 kian meluas di tiga wilayah tersebut, juga berdasarkan hasil kajian epidemiologi serta kesiapan daerah dari aspek sosial, ekonomi dan aspek lainnya.

Menanggapi keputusan Menkes RI itu, Wakil Bupati/pelaksana tugas dan wewenang Bupati Sidoarjo selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Sidoarjo, H. Nur Ahmad Syaifuddin mengungkapkan, pihaknya bakal menggelar rapat koordinasi, baik dengan internal maupun pihak Pemprov dan dua wilayah lainnya, yakni Surabaya dan Gresik, dikenal dengan sebutan Surabaya Raya pada Rabu (22/4/2020).

"Kami akan adakan rapat koordinasi Rabu besok untuk mempersiapkan Perbup sebagai pedoman pelaksanaan usai dikeluarkannya Pergub," jelas Wabup Nur Ahmad Syaifuddin di rumah dinasnya seusai kegiatan membagikan masker ke sejumlah pedagang di Pasar Krian, Sidoarjo, Selasa (21/4/2020).

Penulis: Wachid

Baca Juga