Terkait Penjualan Aset Pertamina, Gathot Harsono Divonis 4 Tahun 8 Bulan Penjara

Ilustrasi

Jakarta, Akuratnews.com - Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PN Jakarta Pusat sudah menggelar sidang putusan terhadap terdakwa penjualan aset Pertamina eks senior vice president PT Pertamina Gathot Harsono.

Gathot dianggap penyalahgunaan wewenang karena menjual aset Pertamina berupa tanah seluas 1.088 meter persegi di Simprug, Jakarta Selatan.

Humas Tipikor PN Jakpus Sunarso mengatakan sidang putusan kepada Gathot digelar pada 2 Oktober 2018 lalu. Sebelum divonis, Gathot menyampaikan nota pembelaan. Namun, hakim menolak. Hakim meyakini Gathot secara sah dan meyakinkan telah melakukan tindak pidana korupsi.

"(Gathot Harsono divonis) 4 tahun 8 bulan (penjara)," ujar Sunarso saat dikonfirmasi, Jumat (12/10/2018).

Vonis hakim kepada Gathot ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Sebab, oleh JPU Gathot dituntut 7 tahun penjara dan denda 200 juta subsider enam bulan kurungan. Tak hanya itu, JPU juga menuntut perampasan beberapa bidang tanah untuk diserahkan kepada PT Pertamina.

Menurut Sunarso, JPU awalnya mengajukan banding atas vonis hakim kepada Gathot. Namun, banding yang diajukan JPU ini kemudiam dicabut kembali.

"JPU banding dicabut," tukas Sunarso.

Dikonfirmasi lagi apakah benar JPU mencabut pengajuan banding terkait vonis hakim kepada Gathot ini?

"Iya (JPU tak jadi mengajukan banding)," jawab Sunarso sambari tak menjelaskan apa alasan JPU mencabut pengajuan banding tersebut. (Red)

Penulis:

Baca Juga