Skandal Korupsi Dana Hibah Pemkot Surabaya

Terlibat Korupsi Dana Hibah, Dua Politikus Demokrat Serahkan Diri

Dua tersangka anggota DPRD Surabaya, Ratih Retnowati dan Dini Rinjati diapit petugas saat menyerahkan diri ke Kejari Tanjung Perak. (Samsul Arifin/Akuratnews)

Surabaya, Akuratnews.com - Dua tersangka anggota anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 akhirnya menyerahkan diri dengan mendatangi kantor Kejaksaan Negeri Tanjung Perak Surabaya hari Rabu (4/9). Kedua tersangka Ratih Retnowati dan Dini Rinjati datang sekitar pukul 11:15 wib dengan di dampingi suami dan Penasehat Hukum (PH) nya.

Ratih Retnowati dan Dini Rinjani masing-masing adalah politikus dari Partai Demokrat yang diduga terlibat dalam pusaran hitam korupsi dana hibah Jasmas Pemkot Surabaya tahun anggaran APBD 2016.

Saat memasuki gedung Kejaksaan Tanjung Perak keduanya sepakat bungkam dari pertanyaan wartawan yang sejak pagi menunggu, karena mendapat kabar bahwa dua tersangka ini akan menyusul koleganya yang telah dijemput paksa oleh penyidik Kejari Tanjung Perak Selasa (3/9) kemarin.

Tidak ada sepatah katapun yang terlontar dari kedua tersangka. Keduanya angsung naik ke ruang pemeriksaan Pidana Khusus yang terletak di lantai II Gedung Kejari Tanjung Perak. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kejari Tanjung Perak terkait kedatangan Ratih Retnowati dan Dini Rinjati.

Untuk diketahui, Aksi menyerahkan Diri Ratih Retnowati dan Dini Rinjati ini sudah tersiar sejak tadi malam. Tim intelijen Kejari Tanjung Perak pun telah mengedus keberadaan kedua tersangka yang sempat berulah lantaran tiga kali mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka korupsi jasmas.

Ratih dan Dini  merupakan dua tersangka terahkir yang menjalani pemeriksaan. Sebelumnya, Empat rekan sejawatnya sudah terlebih dahulu menjalani pemeriksaan dan langsung dijebloskan ke tahanan.

Mereka yang sudah ditahan adalah Sugito Politisi dari Hanura, Darmawan Politisi dari Gerindra, Binti Rochma Politisi dari Golkar dan Syaiful Aidy Politisi Partai Amanat Nasional (PAN).

Keenam anggota DPRD Surabaya periode 2014-2019 tersebut ditetapkan tersangka berdasarkan alat bukti dan keterangan saksi saksi dari perkara Agus Setiawan Tjong yang berperan sebagai pelaksana sekaligus  kordinator proyek jasmas yang telah di vonis 6 tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya.

Penyimpangan dana jasmas yang dikucurkan dari dana APBD Pemkot Surabaya Tahun 2016 ini  bermodus pengadaan. Ada beberapa pengadaan yang dikucurkan oleh Pemkot Surabaya, diantaranya untuk pengadaan terop, kursi Chrom, kursi plastik, meja, gerobak sampah, tempat sampah dan sound system. (*)

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Hugeng Widodo

Baca Juga