Usai Berdamai, Wartawan dan Kapolrestro Depok Saling Berikan Harapan Positif

Kapolrestro Depok bersama Dandim 0508/Depok dan Wartawan didampingi Ketua PWI Depok
Kapolrestro Depok bersama Dandim 0508/Depok dan Wartawan didampingi Ketua PWI Depok

AKURATNEWS.COM - Pasca ramai pemberitaan media massa berisi pernyataan sikap PWI Kota Depok soal arogansi Polisi Republik Indonesia (Polri) kepada wartawan di Markas Polres Metro (Mapolrestro) Depok, kini akhirnya berujung perdamaian.

Kedua belah pihak yang awalnya dinilai terjadi kesalahpahaman yakni wartawan DepokNews Furkan dan Kapolrestro Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar saling berikan harapan positif setelah terjadi perdamaian.

Kapolres Metro (Kapolrestro) Depok Kombes Pol Imran Edwin Siregar mengimbau untuk saling mengambil hikmah dari kesalahpahaman dari kejadian dengan wartawan di Mapolrestro Depok 2 Agustus 2021.

"Mari kita ambil hikmah yang baik dari kejadian kesalahpahaman ini untuk lebih meningkatkan silahturahmi dan ke depan harus lebih baik lagi", ucap Kombes Pol Imran Rabu, (4/8).

Dikatakan Imran, silahturahmi wajib kami lakukan dengan PWI Kota Depok sebagai bentuk kemitraan yang harmonis serta untuk lebih meningkatkan hubungan yang lebih baik lagi.

Pers itu, masih kata Imran, mempunyai peran penting dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Karenanya, pihaknya akan bekerjasama dengan berbagai hal, termasuk berbagi informasi giat dan peristiwa kriminal serta jumpa pers.

"Kami akan berbagi informasi giat dan juga informasi adanya peristiwa kriminal dan jumpa pers dalam lingkup kerja Polrestro Depok,” terang Imran yang datang bersama Dandim 0508/Depok Kolonel Agus Isrok Mi'raj dan disambut baik seluruh anggota dan pengurusan PWI Kota Depok.

Wartawan DepokNews Furkan yang sebelumnya menjadi korban sikap arogansi pimpinan Polrestro Depok berharap agar masalah serupa tidak lagi terjadi dan dialami rekan jurnalis lainya karena media adalah pilar demokrasi sehingga perlu ada sinergitas antar media dan PWI.

"Saya ingin tidak terjadi lagi dengan jurnalistik lain. Cukup sampai Dengan saya problem polisi dengan jurnalis", ucapnya.

Furkqn juga mengatakan, mengatakan, rekonsiliasi dan perdamaian atas dasar kesadaran dengan Kapolrestro Depok.

"Saya yang sempat miskomunikasi dengan Kapolrestro Depok mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan jurnalis Kota Depok, PWI Kota Depok, PWI Jawa barat, dan PWI Pusat atas dukungannya terhadap saya terkait kasus yang menimpa saya", kata Furkan

Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah mengatakan, Islah atau mengambil penyelesaian secara damai itu dalam setiap kesalahpahaman selalu dikedepankan.

"Itu sudah diatur dalam aturan pedoman wartawan PWI selama kedua belah pihak sepakat. Tentu, islah diharapkan semakin mempererat tali silahturrahmi", jelas Rusdy.

Dengan kejadian ini, Rusdy berharap dapat diambil hikmahnya dan pemberlajaran bersama. Dia juga mengimbau kepada semua pihak untuk menghargai kerja-kerja jurnalistik dan menghormati kebebasan pers di Indonesia.

"Jurnalis dalam menjalankan tugasnya dilindungi oleh hukum sesuai Pasal 8 UU Pers Nomor 40 Tahun 1999", tandasnya.

PWI Kota Depok mengimbau para wartawan dalam melakukan tugas jurnalistik untuk melengkapi identitas pers, lalu, wajib mentaati dan patuh terhadap Kode Perilaku Wartawan PWI, wajib menaati dan patuh terhadap Kode Etik Jurnalistik PWI.

Selanjutnya wajib menghormati hak-hak pribadi, wajib menghormati dan menaati kesepakatan dengan narasumber,.wajib memiliki dan memenuhi kompetensi, profesional dan beretika.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga