Usai Dilantik, Muhdlor-Subandi Diharapkan Evaluasi Pejabat Bermasalah dan Bentuk Tim Khusus Pembangunan

Sidoarjo, Akuratnews.com - Lima hari lagi, tepatnya Jumat (26/2), Ahmad Muhdlor - Subandi bakal dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo 2021-2024 oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.

Jelang pelantikan itu, bukan hanya pasangan bupati dan wabup terpilih hasil pilkada 2020 yang sibuk, tapi juga sejumlah pejabat dan aparatur Pemkab serta pengurus parpol pengusung tampak mempersiapkan segala sesuatunya, demi kelancaran terselenggaranya acara tersebut.

Terlepas dari semua itu, sebagian masyarakat setempat amat berharap, Sidoarjo ke depan di bawah kepemimpinan duet Ahmad Muhdlor - Subandi mampu berubah menjadi lebih baik.

Sebagaimana diungkapkan warga Sidoarjo, Hendro pada Akuratnews.com, Minggu (21/2/2021), ada beberapa hal sebagai langkah awal Ahmad Muhdlor - Subandi menata Sidoarjo.

Yakni, mengevaluasi para pejabat dan aparatur OPD di lingkungan Pemkab Sidoarjo yang sempat jadi saksi dalam sidang perkara korupsi OTT KPK awal Januari 2020 lalu.

"Bersih-bersih semua pejabat dan aparatur OPD yang bersinggungan dengan perkara korupsi OTT KPK, meski mereka tidak ditahan. Soalnya, berdasarkan fakta persidangan, saksi-saksi dari pokja ULP (Bagian PBJ Setda) mengaku terima uang dari rekanan peserta lelang. Termasuk, Sekda 'AZ' saat bersaksi, membenarkan dia telah menyerahkan hadiah emas batangan hasil urunan para pimpinan OPD terhadap terpidana mantan Bupati SI setiap hari ulang tahunnya dan seterusnya," katanya.

Kemudian, sambung Hendro, dia meminta Ahmad Muhdlor - Subandi agar membentuk tim khusus pembangunan berisi para ahli dari berbagai elemen masyarakat yang bertugas memberikan pencerahan menata Sidoarjo.

"Menata Sidoarjo, sebaiknya Ahmad Muhdlor - Subandi membentuk tim khusus berisi para ahli dari berbagai elemen masyarakat yang bertugas memberikan pencerahan dalam urusan pembangunan," ujar pria aktivis pemantau kinerja ASN ini.

Baca Juga