Wakil Ketua DPRD Kab. Bogor Kecam Pencabulan Anak di SDN Klapanunggal 02

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Saptariani

Klapanunggal, Akuranews.com - Menyoal pelecehan seksual yang dilakukan oleh salah seorang oknum pengajar di SDN Klapanunggal 02 terhadap PT (9) yang merupakan anak didiknya terus mendapatkan kecaman dari berbagai pihak.

Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor Saptariani mengatakan, dirinya sangat menyayangkan perilaku bejat yang lakukan oleh oknum pengajar tersebut, lantaran telah merusak masa depan anak bangsa.

"Pelaku harus dihukum dengan hukuman yang setimpal. Apalagi ini menyangkut masa depan anak," katanya sambil menunjukan ekspresi kesal, (7/2/17).

Menurutnya, sekolah sebagai lembaga pendidikan seharusnya memberikan rasa aman, dan nyaman pada anak didiknya, agar anak didik tersebut mendapatkan hak nya, yakni ilmu yang bermanfaat.

Sementara itu, Kelapa Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendidikan Kecamatan Klapanunggal Ate Ahmad Asgar mengungkapkan, pelaku pencabulan tersebut bukanlah guru, karena tidak terdaftar di UPT Pendidikan Klapanunggal.

"Dia (pelaku. red) hanyalah tenaga pengajar yang diperbantukan oleh pihak sekolah, dan dia bukan guru," ungkapnya.

Ate, sapaan akrabnya menjelaskan, pelaku hanya mengajar dua jam setiap minggunya, untuk mengajarkan kesenian sunda pada siswa-siswa di SDN Klapanunggal 2, dan itu hubungannya antara pihak sekolah dengan pelaku, tanpa melibatkan UPT Pendidikan.

"Dalam hal ini UPT Pendidikan tidak mempunyai kapasitas untuk melakukan apapun, karena pelaku bukan guru," tandasnya.

Ia menambahkan, dirinya sudah meminta pada pihak SDN Klapanunggal 02 untuk memberhentikan oknum pengajar tersebut, dan menghimbau pada para kepala sekolah agar lebih selektif untuk merekrut tenaga pengajar. (Toro)

Penulis:

Baca Juga