oleh

Berkah Penjual Kembang Jelang Lebaran

Surabaya, Akuratnews – Dipenghujung jelang lebaran menjadi berkah tersendiri bagi penjual kembang di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Krampung di jalan raya Kenjeran, Surabaya.

Pasalnya, jalan trotoar ini tidak seperti hari-hari biasanya sepi. Namun, diawal syawal masyarakat muslim sudah menjadi tradisi untuk melakukan ziarah (nyekar) ke keluarga yang telah meninggal dunia, dan di awal syawal ini pula masyarakat muslim terakhir menjalani ibadah puasa, setelah sebulan penuh menahan dahaga dan lapar karena menjalani ibadah puasa.

Seperti yang dilakukan Ripin (32) warga Kapas Baru, Surabaya ini beserta istrinya Ami (28) rela ganti profesi menjual kembang untuk momen ini. Keseharianya Ripin berprofesi seorang Ojek Daring, namun Ripin untuk mendapat hasil lebih bersama ibu dan istrinya menjual kembang untuk kebutuhan orang yang sedang mau ziarah (nyekar) ke TPU Kapas Krampung Surabaya. Dia (Ripin) pada akuratnews mengaku, beromzetkan 300 sampai 600 ribu rupiah setiap harinya.

“Lumayan mas, sejak selama bulan puasa ini menjual kembang dapat 300 hingga 600 ribu. Untuk H – 2 sampai H – 1 900 – 2 juta ,” terang, Ripin saat ditemui Akuratnews, Kamis (14/6) sore.

Baginya, memilih menjual kembang selain modalnya kecil namun bisa meraup keuntungan lumayan besar dan juga ada keberkahan sendiri karena menyediakan kembang buat orang yang mau berziarah (nyekar).

Hal yang sama juga diakui oleh Wona (42) warga jalan Pegirian, Semampir Surabaya. Dirinya menjual kembang 7 rupa diantaranya kembang Melati, dan Mawar itu sudah berjalan turun temurun.

“Saya menjual kembang sejak dari orang tua saya. Kalau bulan seperti ini pendapatan meningkat mas,” ungkap Wona.

Lanjut Wona, pada momen jelang lebaran seperti ini bukan hanya warga setempat yang menjual kembang. Namun dari warga tempat lain pun juga berbondong memanfaatkan mejual kembang di setiap TPU besar di wilayah Surabaya. (Rif)

Komentar

News Feed