Beranda Politik Elektabilitas Jokowi Unggul Jauh atas Prabowo

Elektabilitas Jokowi Unggul Jauh atas Prabowo

55
0
BERBAGI
Presiden Joko Widodo
alterntif text

Jakarta, Akuratnews.com – Ketua Umum Organisasi Kesejahteraan Masyarakat (Orkestra)  Poempida Hidayatulloh mengatakan, elektabilitas Joko Widodo mengungguli Prabowo, AHY bahkan Anies Baswedan yang masih tertinggal jauh. Dijelaskan, sebagai calon presiden (capres) 2019, posisi Jokowi belum tergoyahkan.

Hasil survei Orkestra membuktikan, Jokowi masih unggul dari Prabowo Subianto dan calon-calon lainnya.

Dia mengatakan, saat disodorkan pertanyaan siapa yang akan dipilih jika pilpres dilakukan hari ini, mayoritas responden memilih Jokowi. “Elektabilitas Jokowi saat ini adalah 24,38 persen,” kata Poempida dalam paparan hasil survei Orkestra, Minggu (3/12/17) di Jakarta.

Menyusul posisi kedua dan seterusnya adalah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan raihan elektabilitas 21,09 persen. Posisi ketiga ada nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dengan raihan 2,80 persen. Sedangkan Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute, Agus Harimurti Yudhoyono, 2,1 persen dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 2,14 persen.

“Kalau Joko Widodo mampu menjaga ritme yang berjalan, tidak menutup kemungkinan Jokowi akan terpilih yang kedua kalinya pada Pemilu 2019,” kata Poempida.

Selain itu, survei juga melihat aspek kinerja pemerintah. Sebagian besar responden atau 52,1 persen menilai kinerja Jokowi-Jusuf Kalla baik. Sedangkan yang mengatakan buruk hanya 18,3 persen.

Sebanyak 37 persen responden, menyatakan Jokowi melakukan tugas pembangunan yang merata. Sedangkan 15 pesen menilai kepemimpinannya pro rakyat, dan sebelas persen menganggap presiden sudah hampir tuntas memenuhi janji-janji kampanyenya.

Sementarav itu, ada 21 persen responden menilai bahwa Jokowi tidak menjalankan janji-janjinya, 17 persen menganggap buruk dalam kinerja bidang ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Sedangkan 16 persen merasa tidak ada perubahan. Adapun, sebanyak 15 persen menyatakan Jokowi menambah utang semakin banyak dan delapan persen menganggap pemerintah dikendalikan oleh pihak asing.

Walau demikian, harus diakui bahwa respon positif publik terhadap kinerja pemerintah ini sejalan dengan masih tingginya elektabilitas Jokowi.

Adapun, survei tersebut digelar 6-20 November 2017 melibatkan 1.300 responden dari 34 provinsi Indonesia. Sedangkan wawancara dilakukan secara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Dalam survei tersebut menggunakan margin of error kurang lebih tiga persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. (Fajar)

alterntif text

LEAVE A REPLY