oleh

Kasus Dugaan Korupsi Pembelian Heli AW-101, KPK Berharap TNI Konsisten

Jakarta, Akuratnews.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menagih komitmen Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama-sama menuntaskan kasus dugaan korupsi pembelian Heli AW-101 oleh TNI AU 2016-2017.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah berharap, pihak TNI konsisten memberantas praktik rasuah di Tanah Air meski melibatkan jajarannya sekalipun.

“Kami berharap KPK dan Panglima TNI serta jajaran komitmen bersama untuk pemberantasan korupsi, termasuk menuntaskan kasus ini,” katanya di Gedung KPK, Jakarta, Selasa, (08/05/18).

Menurut Febri, komitmen kuat dari KPK dan pihak TNI sangat mendesak demi mengusut tuntas kasus. Apalagi, sejumlah anggota TNI turut terlibat dan ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara tersebut.

Penanganan perkara lintas yurisdiksi institusi sipil dan militer, kata Febri, sangat membutuhkan komitmen yang sama-sama kuat, baik KPK, Panglima TNI dan BPK.

Hingga kemarin, KPK masih berkoordinasi dengan POM TNI terkait kelanjutan kasus. KPK dan POM TNI masih menunggu BPK menghitung kerugian negara yang ditimbulkan dari praktik rasuah tersebut.

KPK berharap, audit BPK segera selesai sehingga penanganan perkara ini dapat berlanjut ke tahap berikutnya.

Dalam kasus ini, KPK telah menetapkan Dirut PT Diratama Jaya Mandiri Irfan Kurnia Saleh tersangka dari unsur swasta. Irfan diduga melakukan kontrak langsung dengan produsen heli AW-101 senilai Rp 514 miliar.

Namun, pada Februari 2016, PT Diratama Jaya Mandiri justru menaikkan nilai jual jadi Rp 738 miliar setelah meneken kontrak dengan TNI AU.

Sedangkan TNI menetapkan lima tersangka. Mereka adalah Kepala Unit Pelayanan Pengadaan Kolonel Kal FTS SE, PPK dalam pengadaan barang dan jasa Marsekal Madya TNI FA, dan pejabat pemegang kas Letkol admisitrasi WW.

elain itu, staf yang menyalurkan dana ke pihak-pihak tertentu yakni Pelda SS, serta asisten perencanaan Kepala Staf Angkatan Udara Marsda TNI SB.

Pembelian helikopter ini bermasalah karena diduga ada penggelembungan dana. Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto sebelumnya menyatakan mendukung KPK usut tuntas dugaan korupsi pembelian helikopter Agusta Westland (AW)-101 yang turut menyeret pejabat TNI.

TNI, kata Panglima Hadi, mendukung kebijakan dari pemerintah dalam pemberantasan korupsi. (Red)

Komentar

News Feed