oleh

KSPI Sebut Ketidakadilan Sosial Sebagai Lahan Subur Pertumbuhan Terorisme

Jakarta, Akuratnews.com – Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Ikbal menilai, insiden kerusuhan Mako Brimob dan beberapa aksi teror di Jawa Timur tidak lepas dari krisis rasa keadilan di kalangan masyarakat.

“Suburnya terorisme serta kekerasan adalah karena rasa ketidakadilan yang terusik dan kemiskinan. Kekerasan dan kemiskinan merupakan tempat tumbuh suburnya aksi-aksi kekerasan lainnya,” kata Ikbal dalam keterangan resminya kepada Akuratnews.com, Senin (14/5/2108).

Karenanya, lanjut Ikbal, KSPI berharap Pemerintah mempersempit gap antara orang kaya dan orang miskin. Gini rasio harus diturunkan. Salah satunya adalah dengan tidak memberlakukan kebijakan upah murah dan menghenghentikan TKA China buruh kasar masuk ke Indonesia.

“Dengan demikian, dari dua kebijakan ini diharapkan kesenjangan pendapatan, angka kemiskinan, dan pengangguran bisa diselesaikan secara bertahap. Sehingga paham terorisme dan bentuk kekerasan tidak tumbuh subur di Indonesia,” katanya.

Iqbal menilai sangat aneh jika di Indonesia, menurut majalah forbes 10 orang terkaya kekayaannya bertambah ratusan triliun rupiah tapi secara bersamaan daya beli masyarakat turun.

Secara bersamaan justru diberlakukan upah murah dengan PP No 78 tahun 2015 dan membanjirnya TKA China unskilled worker.

Terlepas dari sudut pandang sosial tersebut, Ikbal juga menyatakan, pihaknya mengutuk keras aksi terorisme dan meminta Pemerintah mengusut tuntas dalang serta motif di balik serangan terorisme tersebut.

Menurut Iqbal, serangan tersebut merupakan suatu bentuk teror yang bertujuan menakut-nakuti warga.

Dan KSPI, lanjut Ikbal, mendukung langkah-langkah pihak Kepolisian dan pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan dan memberantas paham terorisme dan bentuk kekerasan lainnya. (Mdz)

Komentar

News Feed