oleh

Masa Tahanan Bupati Halmahera Timur Diperpanjang

Jakarta, Akuratnews.com – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan Bupati Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara Periode 2016-2021, Rudi Erawan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi.

“Hari ini dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari, dimulai tanggal 11 Mei 2018 sampai dengan 12 Juni 2018 untuk tersangka RE,” kata Febri Diansyah, juru bicara KPK di Jakarta, Jumat (11/05/18).

Penyidik menahan orang nomor satu di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Timur itu dalam kasus dugaan korupsi menerima hadiah atau gratifikasi terkait proyek di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen-PUPR) tahun anggaran 2016.

KPK menetapkan Bupati Halmahera Timur, Rudi Erawan, sebagai tersangka karena diduga menerima suap dan gratifikasi sejumlah Rp 6,3 milyar. Perbuatan tersebut bertentangan dengan jabatan dan kewenangannya sebagai bupati.

KPK menyangka Rudi Erawan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 12B atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Dalam rangkaian kasus proyek pada Kemen-PUPR ini, KPK telah menetapkan 11 orang tersangka yakni Bupati Halmahera Timur, Rudi Erawan; Direktur Utama PT Windhu Tunggal Utama, Abdul Khoir; mantan Anggota DPR‎ RI, Damayanti Wisnu Putranti; serta dua ibu rumah tangga atau swasta masing-masing Julia Prasetyarini dan Dessy A Edwin.

Selanjutnya, Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) IX Maluku dan Maluku Utara, Amran HI Mustary; Komisaris PT Cahaya Mas Perkasa, Sok Kok Seng alias Aseng, serta empat Anggota DPR RI masing-masing Budi Supriyanto, Andi Taufan Tiro, Musa Zainuddin, dan Yudi Widiana Adia.

Para tersangka itu mayoritas sudah divonis bersalah oleh pengadilan. Satu yang masih bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta adalah perkara tersangka Yudi Widiana Adia yang hari ini kembali disidangkan dengan agenda mendengarkan keterangan ahli pidana Chairul Huda. (Wan)

Komentar

News Feed