6 Orang Jajaran Direksi Global Insani Jadi Tersangka Investasi Bodong Rp 77 Miliar

Polisi memperlihatkan Barang Bukti Qiradh dari BMT-Global Insani. Akuratnews.com / Rio Wartono AS
Polisi memperlihatkan Barang Bukti Qiradh dari BMT-Global Insani. Akuratnews.com / Rio Wartono AS

Cirebon, Akuratnews.com - Polres Cirebon menetapkan enam orang tersangka terkait kasus investasi bodong yang dilakukan PT Surabraja Mandiri melalui BMT Global Insani. Enam orang tersangka itu merupakan pejabat utama di perusahaan tersebut.

"Untuk para terlapor sudah kita tetapkan sebagai tersangka, yakni HB, HA, YEB, AFB, SKY, dan HJ," kata Kapolres Cirebon AKBP Suhermanto di Mapolres Cirebon, Jawa Barat, Kamis (31/1/2019).

Suhermanto menyebutkan 4.300 orang lebih menjadi korban aktivitas investasi bodong yang dilakukan PT Surabraja Mandiri melalui BMT Global Insani. Modus Global Insani menawarkan sejumlah program bersama qiradh haji dan qiradh am hasanah. 

"Dana yang terkumpul dari nasabah itu tidak dikembalikan oleh BMT Global Insani, kepada para nasabahnya. Padahal sudah jatuh tempo. Kerugiannya mencapai Rp 77,9 miliar," kata Suhermanto.

Suhermanto menuturkan dari keterangan tersangka dana yang berasal dari nasabah itu dikelola PT Surabraja Mandiri untuk mengembangkan perkebunan jahe dan jabon. Dalam perjalanannya, bisnis jahe dan jabon itu ternyata gagal panen dan sebagian fiktif.

"PT Surabraja melalui BMT Global Insani ini melakukan penghimpunan dana dalam bentuk simpanan dan investasi melalui prinsip syariah tanpa izin usaha dari Bank Indonesia & OJK. Saat ini kita sedang menyelesaikan berkas perkaranya," ujarnya.

Menurut Suhermanto, enam orang tersangka menduduki jabatan penting di PT Surabraja Mandiri dan BMT Global Insani, dari manajer operasional hingga direktur utama. Suhermanto mengatakan proses pemeriksaan hingga penetapan tersangka berawal dari laporan para nasabah.

"Awalnya kami menerima laporan. Ada 144 nasabah yang melapor ke kami," ucap Suhermanto.

Satgas Waspada Investasi pernah memanggil pengurus BMT Global Insani sebanyak tiga kali. Hasilnya, satgas menyimpulkan bahwa Global Insani dinyatakan Perusahaan ilegal karena tak terdaftar di OJK.

"BMT Global Insani tidak berada di bawah pengawasan OJK. Dan berdasarkan informasi Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Cirebon, tidak ada izin usaha yang diberikan oleh Dinas kepada BMT Global Insani," kata Kepala OJK Cirebon Muhamad Lutfi dalam keterangan yang diterima awak media, Kamis 31/1/19.

BMT Global Insani memiliki sistem kerja dengan menawarkan produk investasi qiradh kepada masyarakat. Untuk per paket produk qiradh itu dibandrol dengan nilai Rp 8 juta dan Rp 9 juta. "Dari penyelidikan kami, dana yang terkumpul di BMT Global Insani itu kemudian disalurkan melalui PT Surabraja Mandiri yang bekerja sama dengan pihak lain, disalurkan untuk mengelola perkebunan jabon dan jahe seluas 116 hektare di Sukabumi," kata Lutfi.

Pada 2017 sempat muncul gejolak lantaran investor Global Insani tak mendapatkan hasil yang dijanjikan selama tiga tahun. "Investor tidak mendapat bagi hasil dan pokok sesuai yang diperjanjikan yang konon akibat kegagalan panen yang dialami. Di sisi lain, sebagian investor merencanakan dana bagi hasil dan pokok tersebut untuk beribadah umroh dan melakukan pelunasan biaya porsi haji, tapi kenyataanya tidak satupun yang diberangkatkan lewat program qiradh tersebut." ucap Lutfi. (Rio)

Penulis:

Baca Juga