Arus Mudik Lebaran 2019

Agar Tak Terjadi Antrean Panjang, Pemudik Diimbau Berangkat Pada Siang Hari

Jakarta, Akuratnews.com - Pemudik diimbau berangkat pada siang hari agar tak terjadi antrean panjang di Pelabuhan Merak, Banten. Terutama pada 30 Mei hingga 1 Juni 2019 yang diprediksi menjadi titik puncak arus mudik.

"Kami mengimbau kepada pemudik tidak melakukan penyeberangan di malam hari karena diprediksi akan padat, tapi kalau siang hari stabil. Makanya upayakan siang hari," kata Kapolda Banten Irjen Pol Tomsi Tohir kepada wartawan, Rabu (29/5/2019).

Ia menerangkan persatu menit, sebanyak 19 roda empat bisa masuk ke dalam kapal, sedangkan jumlah kendaraan yang masuk ke Pelabuhan Merak pada saat puncak arus mudik diperkirakan sebanyak 68 permenit.

Guna mengurangi kepadatan, Polda Banten telah melakukan pengalihan penyeberangan truk pengangkut barang ke Bojonegara. Empat kapal telah disiapkan untuk mengangkut 1.000 kendaraan per-hari.

Kemudian, untuk mengupayakan percepatan bongkar muat di Pelabuhan Merak, telah disiapkan tiga dermaga untuk mengangkut khusus dari Pelabuhan Merak ke Bakauheni secara cepat. Ketika kembali ke Merak, kapal diperkirakan dalam keadaan kosong.

Untuk diketahui, dalam melaksanakan Operasi Ketupat Kalimaya 2019 selama 13 hari ke depan, sebanyak 3.193 personel gabungan disiagakan. Polda Banten mendirikan 39 pos untuk pengamanan arus mudik dan wisata libur Lebaran 2019.

Sementara Dinas Perhubungan Provinsi Banten dan PT ASDP Indonesia Ferry Merak menyiapkan alternatif dengan mengoperasikan dua dermaga, khusus mengangkut penumpang dari Merak ke Bakauheni dan tidak melayani bongkar muatan di dua dermaga tersebut di Merak.

"Kami sudah kordinasi dengan pihak ASDP. Jika terjadi penumpukan maka ada dua dermaga di Merak yang hanya mengantar saja tanpa bongkar di situ," kata Kepala Dinas Perhubungan Provinis Banten, Tri Nurtopo di Serang.

Diharapkan bisa mengurangi volume kendaraan di pelabuhan sehingga tidak ada penumpukan pada saat puncak arus mudik yang biasanya terjadi pada malam hari.

"Waktu tempuhnya paling setengah jam sekali kapal langsung bisa berangkat di dua dermaga khusus itu, kalau dermaga yang lainnya seperti biasa ada bongkar dulu penumpang yang dari Bakauheni," kata Tri Nurtopo.

Dia berharap pemudik bisa mematuhi imbauan terkait dengan ganjil genap di Pelabuhan Merak, dalam upaya mengantisipasi terjadinya kepadatan di pelabuhan, pada saat jam-jam tertentu yang biasanya terjadi pada malam hari sampai dini hari.

Sejumlah kantong parkir juga telah disiapkan dalam upaya mengantisipasi kepadatan atau penumpukan di Merak. Selain itu, mulai 29 Mei kendaraan truk di luar pengangkut sembako dan air mineral atau air minum sudah mulai dilarang masuk tol Tangerang-Merak dan di jalan nasional dari mulai Tanjung Gerem sampai Merak.

"Memang fokus kita itu di Pelabuhan Merak, kalau jalur lainnya biasanya relatif normal," kata Tri Nurtopo.

Terkait kesiapan bus angkutan umum untuk pelayanan mudik di Banten, pihaknya sudah berkordinasi dengan sejumlah perusahaan operator bus Angkutan Kota Antara Provinsi (AKAP) dan sudah menyiapkan sekitar 732 kendaraan bus reguler dan 346 bus cadangan.

"Total kekuatan bus KAP untuk di Banten ini ada sekitar 1078 bus. Saya kira itu mencukupi untuk mengankut penumpang arus mudik tahun ini," kata Tri Nurtopo.

Penulis: Redaksi

Baca Juga