Aktivis 98 Tantang KAMI Buktikan Jati Diri

Jakarta, Akuratnews.com - Beberapa waktu lalu, Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) resmi dideklarasikan.

Sejumlah tokoh negeri ini seperti Gatot Nurmantyo, Din Syamsudin, Rizal Ramli, Refly Harun, Said Didu, Rocky Gerung, Ichsanuddin Noorsy dan Ahmad Yani ikut dalam gerakan yang disebut mereka sebagai gerakan moral.

Kehadiran KAMI ini mendapat tanggapan beragam, baik positf dan negatif dari masyarakat. Yang terbaru, sejumlah aktivis 1998 meresponnya sekaligus 'menantang' KAMI.

"Ayo..sekalian saja bikin partai. Delapan tuntutan mereka kan adalah gerakan politik. Wujudkan saja dalam bentuk politik.Saya tantang mereka, siapkan diri," tandas aktivis 98, Hengki Irawan dari Sarekat 98 saat berbicara dalam diskusi 'Menakar Kemurnian Gerakan KAMI' yang digelar Lembaga Studi Kebangsaan 1998 di Jakarta, Kamis (27/8).

Dilanjutkannya, jika KAMI hanya ingin mengusung gerakan moral, sebaiknya mereka menjadi garda terdepan dalam penanggulangan wabah Covid-19 saat ini.

"Saya melihat tuntutan itu murni tuntutan politik," tandas Hengki yang berbicara bersama Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Padjajaran Prof Muradi, Abdulah Taruna dan Hengki Irawan dari Sarekat 98 serta Pengamat Kebijakan Publik Sarbini dengan moderator N. Berry Hariyanto.

Sementara itu, narasumber lainnya yakni Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Padjajaran, Prof Muradi mempertanyakan apakah KAMI masuk dalam kategori kelompok penekan. Lantaran gerakan ini dikatakannya adalah hal yang biasa saja.

“KAMI ini menurut saya biasa saja. Tidak perlu terlalu dibesar-besarkan. Poinnya adalah memilih apakah mau menjadi gerakan moral atau politik,” ujar Muradi.

Pengamat Kebijakan Publik, Sarbini menambahkan, dalam perpolitikan Indonesia, selalu ada kelompok yang berada di dalam dan di luar. Dan yang diluar adalah kelompok penekan.

“Anggap saja mereka kelompok penekan. Kalau bicara kerangka demokrasi sah-sah saja. Jadi tidak usah direspon berlebihan,” ujar Sarbini.

Ia juga mempertanyakan, apa indikatornya jika gerakan ini murni gerakan moral.

"Kalau mau bicara menyelamatkan Indonesia, kelompoknya banyak. Murni atau tidak, kita lihat di kemudian hari. Tujuannya apakah untuk kelompoknya atau untuk kepentingan rakyat,” tegasnya.

Seperti diketahui, saat deklarasi, KAMI menyebut dirinya sebagai gerakan moral yang berjuang demi mewujudkan masyarakat Indonesia sejahtera.

"KAMI adalah gerakan moral rakyat Indonesia dari berbagai elemen dan komponen yang berjuang bagi tegaknya kedaulatan negara, terciptanya kesejahteraan rakyat, dan terwujudnya keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Ketua Komite KAMI Ahmad Yani saat membacakan delapan tuntutan yang disebut Jatidiri KAMI saat Deklarasi KAMI di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (18/8) lalu.

Penulis: Rianz
Editor:Redaksi

Baca Juga