Aktor Utama Hoaks Babi Ngepet Terjerat Pidana Empat Tahun Penjara

Proses sidang hoaks babi ngepet di Pengadilan Negeri Depok, Senin,(6/12)
Proses sidang hoaks babi ngepet di Pengadilan Negeri Depok, Senin,(6/12)

AKURATNEWS- Aktor utama kasus penyebar kabar bohong atau hoaks babi ngepet Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki terjerat pidana 4 tahun penjara.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Depok M Iqbal Hutabarat menyatakan terdakwa kasus hoaks babi ngepet terbukti melakukan Pasal 14 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

"Mengadili, menyatakan terdakwa Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana menyiarkan berita bohong,” kata Iqbal saat membacakan putusan di PN Depok, Senin,(6/12).

Dalam pembacaan putusan sidang, Iqbal juga menerangkan bahwa terdakwa Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki dijatuhkan pidana penjara selama 4 tahun.

"Menjatuhkan pidana terhadap Adam Ibrahim alias Adam bin H. Luki dengan pidana penjara selama 4 tahun.” jelasnya.

Pada hasil persidangan yang memberatkan adalah antara lain, Adam yang terkenal sebagai ustad harusnya memberi contoh yang baik namun terdakwa menimbulkan ketidaktentraman dan meninggalkan jejak digital terhadap korban. Perbuatan terdakwa juga dilakukan pada masa bencana nasional.

Dalam sidang putusan itu, Kepala Seksi Intelijen Kejari Depok Andi Rio mengatakan seluruh unsur-unsur dalam sidang tuntutan telah dijadikan pertimbangan Majelis Hakim PN Depok.

Sehingga, kata Andi, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Depok menyatakan telah menerima putusan tersebut dan hasilnya telah berkekuatan hukum tetap.

“Sebagaimana yang diuraikan Jaksa Penuntut Umum, perbuatan terdakwa telah menerbitkan keonaran dan kegaduhan di dunia maya maupun di masyarakat,” ujar Kasi Intel.

Sementara itu,  sebagai aktor utama hoaks babi ngepet Adam Ibrahim yang mendengarkan pembacaan vonis Majelis Hakim secara virtual atau online mengaku hanya dapat pasrah dan ikhlas menerima ganjaran atas perbuatannya.

“Saya pribadi saya ikhlas lillahi ta’ala, menerima dan akan mempertanggungjawabkan segala perbuatan saya,” kata Adam.

Isu tertangkapnya babi ngepet sempat viral pada April 2021. Lokasinya di Kelurahan Bedahan, Sawangan. Setelah aparat kepolisian sektor Sawangan melakukan penyelidikan, rupanya kasus tersebut adalah rekayasa.

Adam Ibrahim ditangkap pada 29 April 2021 atau dua hari setelah viralnya kabar itu, karena ustad kampung itu diduga sebagai dalang dari rekayasa tersebut.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga