Aliansi Wartawan Surabaya Siap Bersinergi Dengan Pemerintah Tuntaskan Penanganan Covid-19

Surabaya, Akuratnews.com - Aliansi Wartawan Surabaya (AWS) menggelar webinar dengan mengangkat tema "Peran Media Massa Dalam Ikut Menekan Penyebaran Covid-19 dan Mendukung Pelaksanaan Vaksinasi di Jawa Timur", Rabu (15/2/21).

Diawal diskusi yang digelar dalam rangka Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2021 itu, Ketua AWS Martudji menyampaikan, meskipun pada masa pandemi yang membatasi ruang gerak masyarakat, wartawan di Surabaya, harus menjaga eksistensinya dalam mengemban amanat UU No 14 terkait keterbukaan dan kebutuhan informasi yang menjadi hak masyarakat, dan mengedepankan kode etik jurnalistik.

"Sesuai dengan fungsinya, rekan-rekan wartawan tetap dan harus menjalankan tugas, menggali dan menyajikan informasi yang dikemas dalam pemberitaan, termasuk soal Covid-19 dan penanganan yang dilakukan Pemerintah Provinsi Jawa Timur," kata Martudji saat membuka diskusi.

Ketua Gugus Kuratif Penanggulangan Covid-19 Jawa Timur, dr Joni Wahyudianto, yang menjadi salah satu narasumber menjelaskan dengan gamblang soal Covid-19, serta perjalanan penanganan dan dinamikanya.

dr Joni menegaskan, pentingnya sinergitas dengan media massa dalam penanganan Covid-19. Termasuk soal Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) hingga PPKM Mikro, serta jalannya pelaksanaan vaksinasi yang berlangsung hingga saat ini.

"Sejak awal apapun yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jatim, kita teruskan kepada masyarakat melalui rekan-rekan media. Jadi, di Grahadi itu pada awal-awal kemunculan dan penanganannya kita sampaikan melalui konferensi pers. Termasuk juga kita sebar melalui grup WA," papar Dirut RSUD dr Soetomo itu.

"Ini yang menjadi PR kita dan menjadi agenda bahasan dengan Kemenkes, angka kematian masih tinggi, karena umumnya ada penyakit penyerta atau comorbit, lebih dari tiga. Untuk ketersediaan RS Rujukan juga faskes Jatim tergolong bagus, ada 165 RS Rujukan," imbuhnya.

Lebih lanjut dr Joni meminta wartawan, untuk menyampaikan kepada masyarakat, agar tidak perlu bingung mencari RS Rujukan bagi keluarganya yang tengah sakit atau terpapar covid, karena itu menjadi tanggungjawab rumah sakit.

"Catatannya, dan rekan-rekan media harus menyampaikan masyarakat tidak perlu kebingungan mencarikan RS rujukan, itu tanggung jawab rumah sakit dan dokter yang menentukan," katanya.

Terkait vaksinasi, dr Joni memastikan, semua akan mendapatkan, kecuali yang memiliki catatan khusus.

"Jadi, tidak ada alasan untuk tidak mendapatkan vaksinasi, kecuali yang memang ada catatan atau riwayat khusus soal medis," urainya.

Sementara itu, narasumber lainnya, Dr. dr. Sukma Sahadewa, selaku Ketua Perhimpunan Dokter NU Surabaya, mengingatkan hal utama yang tak kalah penting adalah penanganan covid. Termasuk, dilakukannya kajian-kajian terhadap hal-hal yang telah dilaksanakan.

"Termasuk yang kami lakukan, dengan komunitas kami (NU) yang langsung menyentuh kebutuhan mendasar masyarakat, tentu tidak seperti yang dilakukan oleh tim gugus tugas," kata dosen Fakultas Kedokteran di salah satu Universitas Swasta di Surabaya tersebut.

Pihaknya juga menyadari tantangan profesi jurnalis di era digital saat ini adalah ulah buzzer, yang dengan mudah menyebar berita hoax.

Adapula narsum lainnya, yakni Awang Dharmawan, Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Surabaya (UNESA), yang mensuport serta mengingatkan awak media untuk mengedepankan kepentingan masyarakat. Namun tetap kritis menyikapi persoalan dengan menjaga tanggungjawab sosial.

"Tetap kritis dalam mengemban tugas komunikasi, utamanya dalam menyampaikan informasi, yang jelas, akurat dan mendalam," pungkas Awang.,

Penulis:

Baca Juga