Demonstrasi Besar di Hong Kong

Ancaman China pada Demonstran: Yang Main Api Akan Binasa

Demonstran menulis kata "Free Hong Kong" di jalan-jalan kota yang kerap dilanda bentrok antara kepolisian Hong Kong dengan demonstran pro-demokrasi yang anti pemerintah China. (foto istimewa).

Beijing, Akuratnews.com - Hong Kong mengalami krisis politik dalam 2 bulan ini setelah demonstran pro-demokrasi Hong Kong turun ke jalan-jalan memprotes kebijakan Otoritas Hong Kong yang pro-China.

Dalam konferensi pers-nya, para Demonstran menuntut penerapan demokrasi, kebebasan dan kesetaraan serta kecaman keras untuk pemimpin Hong Kong.

Menggunakan helm kuning sebagai simbol dan ciri khas demonstran pro-demokrasi, mereka menyebut konferensi pers itu sebagai konferensi pers sipil 'dari rakyat untuk rakyat'.

"Kami menyerukan kepada pemerintah untuk mengembalikan kekuasaan kepada rakyat," jelas mereka yang disampaikan dalam Bahasa Inggris dan Kanton.

Sementara itu, Otoritas China menanggapi aksi kekerasan dalam bentrok antara kepolisian dengan demonstran, memperingatkan keras para demonstran dengan mengatakan, "mereka yang bermain api akan binasa karenanya".

Disampaikan langsung dalam jumpa pers di Beijing, Selasa, (6/8/2019), juru bicara Kantor Urusan Dewan Negara Hong Kong dan Makau, Yang Guang, mengatakan "protes radikal telah berdampak pada kemakmuran dan stabilitas Hong Kong, serta mendorongnya ke jurang yang berbahaya". Tindakan represif otoritas China sangat mungkin dilakukan.

Namun begitu, melansir News Asia, Yang Guang mengatakan, Pemerintah masih mendukung" Kepolisian Hong Kong dan pemimpin Hong Kong pro-China Carrie Lam yang didesak para demonstran antipemerintah untuk mundur dari jabatan mereka.

Yang Guang menyebut para demonstran itu sebagai 'kelompok kecil penjahat yang tidak bermoral dan kejam'. Peringatan keras diberikan dengan sekali lagi menekankan, "Mereka yang bermain api akan binasa karenanya," Yang Guang menutup dengan peringatan kepada demonstran agar jangan meremehkan tekad dan kekuatan besar pemerintah China.**

Penulis: Hugeng Widodo
Editor: Redaksi

Baca Juga