Andar Sebut Proyek Ciketing Dimenangkan Kartel

Direktur Utama LSM GACD, Andar Situmorang

Jakarta, akuratnews.com - Dirut LSM GACD, Andar M Situmorang menduga penentuan pemenang lelang proyek Pembangunan Polder Air Ciketing Udik, kota Bekasi Tahun Anggaran 2019 dengan kode lelang 8304359, sebesar Rp. 33.761.224.441,00 Milyar yang menggunakan Dana Hibah dari Gubernur DKI Jakarta penuh dengan Rekayasa.

Andar memaparkan, dari ratusan perusahaan yang mendaftar untuk mengikuti lelang, hanya 6 yang lolos Verifikasi, 5 diantaranya milik Japinal Sagala, tapi 5 perusahaan tersebut tidak memasukkan jaminan penawaran sebagai salah satu syarat berdasarkan kepres tentang Pengadaan Barang dan jasa.

"Turut prihatin dengan adanya permainan atau rekayasa pemenang tender pesanan Perusahaaan yang dikondisikan," kata Andar saat dihubungi, Kamis (05/9/19).

Untuk itu Andar mengatakan bahwa dia telah menyurati Wali Kota Bekasi meminta agar proyek tersebut di lelang ulang, karena menurutnya, Perusahaan pemenang lelang tersebut milik kartel bandar, Dosen Sagala yaitu PT. Jatisibu Karya Anugerah. "Perusahaan itu dimenangkan tanpa jaminan," ungkapnya.

Setelah melalui penelusuran, ungkap Andar, ada 10 Perusahaan dengan pemilik yang sama. Dimana 6 diantaranya setelah verifikasi berada diposisi teratas dengan penawaran yang tidak masuk akal.

"Proyek dibiayai dari Dana Hibah Gubernur DKI tersebut, PT. Jatisibu Karya Anugerah memasukan penawaran sebesar Rp. 32.101.858.000,00 dengan harga terkoreksi sebesar Rp. 32.101.858.000,00, dan sumber yang didapat, Perusahaan yang dimenangkan tersebut tidak memiliki SPH," kata Andar.

Akibat dari rekayasa pemenang Proyek tersebut, menurut Andar berpotensi merugikan negara sebesar Rp. 15 Milyar.

"Makanya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tarik saja dana hibah itu, lalu Kepala Kejaksaan Negeri kota Bekasi jangan ikut dalam permainan proyek dengan penanggungjawab Wakil Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono itu," tandasnya.

Penulis: Hengki. L

Baca Juga