Belajar Berantas Stunting dari Barista Ternama Indonesia, Mikael Jasin

Barista Mikael Jasin, pemenang Indonesia Barista Championship 2019 dan 2020, saat berkampanye soal stunting di Puskesmas Labuan Bajo. Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

AKURATNEWS – Stunting masih menjadi permasalahan bagi bangsa Indonesia untuk keluar dari kondisi gagal dalam pertumbuhan tubuh, khususnya pada anak-anak Balita (bayi di bawah 5 tahun) akibat dari kekurangan gizi kronis, yang mengakibatkan tubuhnya cenderung pendek.

Barista Mikael Jasin, pemenang Indonesia Barista Championship 2019 dan 2020, berpuasa lima hari dengan hanya mengonsumsi air putih (water-only) sejak Selasa (16/8) hingga Minggu (21/8). Aksi ini ia lakukan demi meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya penanganan terhadap isu stunting, atau gagal tumbuh pada anak dalam 1000 hari pertama kehidupan mereka.

Dalam menjalankan tantangan tersebut, pria yang akrab disapa Miki ini bermitra dengan Yayasan Seribu Cita Bangsa atau dikenal juga dengan 1000 Days Fund, menggalang dana untuk penanganan stunting.

“Ketika saya mengunjungi Stunting Center of Excellence 1000 Days Fund di Labuan Bajo, saya baru mengetahui bahwa satu dari tiga anak Indonesia ternyata mengalami gagal tumbuh dalam 1000 hari pertama mereka yang menyebabkan daya tahan tubuh mereka lemah sehingga mereka mudah sakit dan juga kurang cerdas,” ujar Mikael, saat diskusi dalam aplikasi instagram yang disiarkan secara live, Rabu 24 Agustus 2022.

Fakta ini membuatnya bertekad untuk dapat berkontribusi dalam upaya memastikan anak-anak Indonesia memiliki kesempatan untuk hidup sehat dan bahagia di mana pun mereka berada dengan mengoptimalkan 1000 Hari Pertama Kehidupan mereka.

“Banyak sekali ternyata faktor yang terlibat untuk memastikan seoarang anak itu tidak stunting atau gagal tumbuh, yakni mulai dari cek kehamilan, pemberian Air Susu Ibu (ASI), pemberian vitamin A, obat cacing, serta imunisasi sejak anak lahir hingga usia dua tahun,” jelas pria berusia 32 tahun ini.

Yayasan Seribu Cita Bangsa atau dikenal juga dengan 1000 Days Fund, dalam program pengadaan selimut bagi bayi di wilayah Labuan Bajo.

Menurut WHO, jika stunting ini tidak dicegah, sebanyak 127 juta anak di bawah usia lima tahun akan mengalami stunting pada 2025. Untuk itu, WHO meminta peran dan aksi dari seluruh negara untuk membantu mengurangi angka stunting ini menjadi 100 juta di 2025. Tak tinggal diam, Pemerintah Indonesia pun melakukan berbagai upaya untuk menekan angka stunting tersebut. Upaya yang digalakkan oleh Kementerian Kesehatan, antara lain pemberian Tablet Tambah Darah bagi para remaja putrI, pemberian Ultrasonografi (USG) ke seluruh puskesmas bagi ibu hamil, serta pemberian makanan tambahan berupa protein hewani pada anak berusia 6-24 bulan.

Setelah melihat fakta ini, Mikael melakukan upaya galang dana untuk menaikan kesadaran akan pentingnya upaya pencegahan penyakit yang mengancam gizi dari anak-anak Indonesia ini. Bersepeda dari Jakarta ke Yogyakarta pernah ia lakukan pada 2020 untuk menggalang dana demi mencegah stunting.

Hasilnya, pria yang meraih posisi keempat dalam ajang World Barista Championship 2019 ini berhasil mengumpulkan USD 2,135 yang diberikan kepada 500 Selimut Cerdas yang disalurkan ke 500 Ibu hamil serta mencegah stunting pada 500 anak.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga