Berikut Kisah PSK Open BO Ditengah Pandemi Covid-19

Berikut Kisah PSK Open BO Ditengah Pandemi Covid-19/Ilustrasi
Berikut Kisah PSK Open BO Ditengah Pandemi Covid-19/Ilustrasi

Dee menjalani sehariannya sebagai terapis dengan menggunakan aplikasi M, di aplikasi pesan singkat itu dirinya menjajakan dengan memasang tarif Rp 200 ribu untuk sekali pijat.

Jika sebelumnya Dee hanya proses memijat saja di pondok spa tempat ia bekerja. Namun, sekarang Dee juga menawarkan terapis kejantanan dan bahkan ada yang meminta berhubungan seksual.

"Kalo cuma mijit 200 ribu, nambah kejantanan jadi 300 ribu. Kalo mau dienakin ya jadi 700 persekali crot," kelakarnya.

Dee mengaku selama pandemi dirinya kesulitan dalam menjalani hidup sebagai terapis. Ia bahkan bersedia ikut dengan tarif long time sebesar Rp 1 juta perhari.

Itupun menurutnya, dia pilih-pilih klien terlebih dulu."Pilih-pilih, kalo sreg ya boleh seharian kalo ga ya kita nolak," terangnya.

Ia pun dalam operasionalnya, berbagi kamar wisma dengan rekan seprofesinya. Dee menyewa 2 kamar, untuk satu sebagai tempat istirahat dan satunya sebagai tempat praktiknya. tak jarang Dee sepi pelanggan dan merugi karena menyewa kamar dengan biasa sistem bayar ditepat.

"Saya bayar ditempat aja, resiko nanti DP malah batal mending gini aja," tuturnya.

Sementara itu, semenjak virus Corona menyerang Indonesia dan dunia terjadi peningkatan adanya peralihan dari perempuan yang berusia sekolah hingga ibu rumah tangga.

Alasannya logis, mereka mencoba bertahan hidup dengan menjadi pekerja seks komersial melalui online.***

Selanjutnya 1 2 3
Penulis: Redaksi

Baca Juga