Bisnis ‘Lendir’ Open BO yang Dibongkar Polisi di Sinjai Terungkap Fakta Baru

Ilustrasi prostitusi online via miChat Open BO.

AKURATNEWS - Bisnis 'Lendir' Open BO lewat miChat yang ditangani Satreskrim Polres Sinjai, Sulawesi Selatan pasca pengerebekan di Hotel Grand Rofina Kecamatan Sinjai Utara terungkap fakta baru.

Kasat Reskrim Polres Sinjai, Iptu Abustam mengatakan, satu dari lima wanita terduga pelaku yang diamankan karena terlibat prostitusi online dengan membuka Open BO melalui aplikasi miChat, sudah melayani empat lelaki hidung belang.

"Satu dari lima wanita itu yang berinisial NA (22), mengaku sedikitnya sudah melayani tiga lelaki hidung belang tiap malam. Terakhir saat pengerebekan, sempat menerima satu pelanggan," ungkapnya, Senin (20/12/2021).

Masih dari pengakuan NA, kata Abustam, kelima wanita terduga pelaku prostitusi online tersebut sudah dua hari berada di Sinjai sebelum dilakukan pengerebekan.

"Sebelum digerebek, mereka sudah dua hari di Sinjai. Terduga pelaku NA membuka Open BO dikarenakan terlilit utang dan harus menafkahi satu orang anaknya setelah bercerai dengan suaminya. Sementara empat rekannya hanya mengantar dan menemani ke Kabupaten Sinjai," jelasnya.

Kendati demikian, sambung Abustam, pihaknya terus mendalami kasus dugaan prostitusi online itu dan tidak langsung percaya bahasa alibi kelima wanita tersebut.

"Bersamaan dengan itu, pihak kami juga akan memanggil dan memeriksa pemilik hotel tersebut," jelasnya.

Sebelumnya, Satreskrim dan Unit PPA Polres Sinjai mengamankan lima wanita dan satu pria saat menggerebek Hotel Grand Rofina di Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan pada Jumat (17/12/2021) malam.

Kelima orang tersebut diamankan lantaran diduga sebagai pelaku prostitusi online, yang membuka Open BO dengan menggunakan aplikasi michat untuk menjual diri kepada lelaki hidung belang. Sedang seorang lelaki diduga sebagai pelanggan.

Kelima wanita yang diamankan berinisial NA (22), JS (18), IP (23), AP (27), HR (24), dan satu pelanggan AN (41) berasal dari Kabupaten Bone.

“Kelima wanita itu diduga pelaku prostitusi online lintas kabupaten, yang berasal dari beberapa daerah yang bukan asli orang Sinjai,” ungkap Iptu Abustam, Sabtu (18/12/2021).

Dari pengakuan terduga pelaku, kata Abustam, salah satu dari lima wanita yang berinisial NA (22) tersebut menjajakan dirinya dengan tarif Rp400 ribu sekali berhubungan dan fasilitas kamar hotel.

“Saat penggerebekan, 1 pack kondom, 3 unit HP, dan uang tunai Rp300 ribu juga kami amankan sebagai barang bukti,” ungkapnya.

Ilustrasi prostitusi online Open BO lewat MiChat.

Penulis: Ashari

Baca Juga