oleh

Bursa Saham Global Naik, Dolar AS Terkoreksi Tipis

Jakarta, Akuratnews.com – Bursa saham AS naik dalam perdagangan di hari Selasa (12/02) di tengah berita kesepakatan tentatif pada pendanaan keamanan perbatasan. Kabar ini menambah kabar baik selain kesepakatan perdagangan AS-China sehingga mendorong bursa naik.

Indek Dow Jones bahkan mampu naik 304 poin, dipimpin oleh Caterpillar dan Intel. Indek S&P 500 naik karena kebijakan konsumen dan keuangan mengungguli. Indek Nasdaq juga naik.

Sementara dalam perdagangan Asia, bursa saham juga naik secara luas ketika putaran perundingan perdagangan AS – China. Saham-saham di Jepang memimpin kenaikan di wilayah tersebut. Indek Hang Seng Hong Kong naik 27,49 poin atau 0,1 % menjadi 28.171,33.

Bursa saham Jepang memimpin kenaikan regional. Indeks Nikkei 225 melonjak diatas 500 poin. Saham Nissan Motor bahkan naik 1,9 % sebelum mengumumkan pendapatannya di kemudian hari. Begitu juga saham Honda Motor dan Toyota naik pula.

Saham perusahaan pembuat chip Renesas Electronics melonjak 16,3 %, sementara Toshiba kehilangan 5,9 % karena laporan Nikkei bahwa konglomerat tersebut bersiap untuk memotong perkiraan laba setahun penuh setidaknya setengahnya.

Bursa Seoul berakhir lebih tinggi, Indek KOSPI naik 0,5% dipimpin oleh saham teknologi kelas berat seperti Samsung Electronics bersama dengan SK Hynix dan LG Electronics.

Baca juga:

Pada perdagangan mata uang, Dolar AS jatuh terhadap sejumlah mata uang utama, tertekan oleh kekuatan euro meskipun terlihat berkembangnya ekspektasi pasar bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) tidak akan mengetatkan kebijakan moneternya pada tahun ini. Indek dolar AS, berakhir turun 0,325% menjadi 96,54.

Pasangan EURUSD ditutup naik di $1,1328, tetapi kekuatannya mungkin bakal berumur pendek. Menghentikan penurunan beruntun 7 hari. Menyusul penurunan ke level terendah sejak pertengahan November di 1,1257.

Para pialang memperkirakan ECB bakal menunda kenaikan suku bunga acuannya pada tahun ini sebagai upaya untuk mencegah ancaman resesi di blok tersebut. Lanskap di zona euro telah berubah secara dramatis.

Menurutnya, pada tahap ini, kenaikan suku bunga dari ECB pada tahun 2019 terlihat sangat tidak mungkin. Sebelumnya pada hari itu, Jens Weidmann, Presiden Deutsche Bundesbank dan anggota dewan ECB, dalam pidatonya di Universitas Afrika Selatan berpendapat bahwa kelemahan ekonomi di kawasan euro ‘sedikit lebih panjang’ daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Sementara itu, anggota Dewan Pemerintahan Nowotny menegaskan kembali bahwa ECB akan melihat keputusan tentang tarif di musim panas. Investor akan memperhatikan data produksi industri besok dari kawasan euro, yang diperkirakan akan menunjukkan kontraksi 0,4% secara bulanan di bulan Desember.

Pasangan GBP USD pulih dari posisi terendah 3 minggu di belakang dolar AS yang lebih lemah. Sterling memuncak di 1.2908 tetapi gagal bertahan di atas 1.2900 dan menarik kembali dengan sederhana.

Menjelang akhir sesi AS sedang mengkonsolidasikan kenaikan harian, sedikit di bawah 1,2900. Penurunan dolar AS secara keseluruhan adalah pendorong utama pergerakan lebih tinggi. Peningkatan sentimen risiko dan aksi ambil untung menghantam greenback.

Setelah menutup hari sebelumnya di level terendah sejak awal Januari di 0,7055, pasangan AUDUSD melakukan rebound moderat pada hari Selasa dan menghapus hampir semua kerugian yang diderita pada hari Senin.

Valuasi pasar greenback pada hari Selasa menjadi pendorong utama dari aksi harga pasangan ini. Menjelang inflasi penting dan data penjualan ritel dari AS akhir pekan ini, investor mengambil keuntungan dari kalender ekonomi kosong hari ini dan membukukan keuntungan mereka, menyebabkan Indeks Dolar AS untuk melakukan koreksi mendalam dan menghentikan kenaikan 8 hari beruntunnya.

Dolar menguat terhadap Yen sebagai aset safe-haven, pasangan USDJPY melonjak 0,62% menjadi 110,38. Yen biasanya dicari oleh investor sebagai tempat yang aman selama masa tekanan ekonomi atau pasar.

Pasangan USDJPY membentang lebih tinggi setelah menutup hari di atas 110 pada hari Senin dan menyentuh level tertinggi sejak akhir Desember di 110,65.

Namun, karena greenback mulai kehilangan kekuatan, pasangan ini berbalik arahnya dan menghapus kenaikan dengan bergerak mendatar. USDJPY masih di jalur naik, jika level tertinggi kemarin 110.63 ditembus, pasangan ini dapat bergerak ke zona resistance kuat di 110.

Pada perdagangan komoditi, harga emas berubah naik pula didukung oleh sedikit mundurnya dolar AS di tengah optimisme untuk penyelesaian konflik perdagangan AS – China. Harga emas naik 0,14 % dan bertahan diatas $ 1,310.

Momentum Emas terkendali ditengah meningkatnya minat terhadap aset berisiko, dimana bursa-bursa saham dunia menguat karena ekspektasi kesepakatan AS – China. Harga emas tetap di fase konsolidasi, mudah bergerak naik atau turun, tipikal pasar yang bolak-balik, dengan potensi kisaran di 1302.00 – 1315.00.

Emas diprediksi mencoba naik ke level resisten 1313, menembus level ini akan membawa emas ke target selanjutnya di 1318. Waspdai koreksi secara teknikal ditunjang dengan aksi ambil untung, di level support terdekat dilevel 1309.

Jurnalis: Luqman Haqeem
Publisher: Ahmad

Loading...

Komentar

News Feed