Cashwagon Klaim Ungkap Kasus Penipuan Pinjaman

Jakarta, Akuratnews.com - Era digital saat ini sudah sangat canggih dalam mendeteksi segala hal. Tak terkecuali dengan sistem kecerdasan buatan atau yang biasa disebut AI (Artificial Intelligent).

Baru-baru ini, sebuah sistem kecerdasan buatan telah mampu mendeteksi skema kejahatan penipuan dan telah menyerahkan kasus ini ke pihak kepolisian.

Seperti diketahui, popularitas platform fintech yang sedang naik daun membuat celah seseorang untuk melakukan tindak kriminal penipuan. Mereka mencoba mengajukan pinjaman dengan menggunakan data orang lain.

Hal inilah yang dideteksi sistem pengajuan Cashwagon. Sistem yang terdiri dari AI, Machine Learning dan Big Data ini menemukan aplikasi mencurigakan yang dilakukan sindikat untuk melakukan tindak penipuan.

“Kasus yang kami temui ini sangat berbahaya karena mereka menggunakan data asli milik orang lain, sehingga reputasi orang tersebut bisa jelek nantinya,” kata Asri Anjarsari selaku CEO PT. Kas Wagon Indonesia yang mengoperasikan platform Cashwagon di Jakarta, Senin (25/2).

Asri mengungkapkan, hasil pendeteksian aplikasi Cashwagon mengungkapkan, pelaku penipuan mencoba untuk mengajukan pinjaman ke pemberi pinjaman menggunakan dokumen orang sungguhan yang bukan milik penipu.

"Sindikat penipu ini melakukan pinjaman dari berbagai perangkat dengan lokasi geografis yang berbeda-beda," ujar Asri.

Asri Anjarsari, CEO PT. Kas Wagon Indonesia

Berdasarkan jejak digital yang diperoleh, platform Cashwagon memungkinkan untuk melacak pola penjahat dan menetapkan identitas pelaku penipuan dan lokasi mereka.

Dan hasil kerja sama yang terpadu dengan polisi unit cybercrime, Cashwagon mendapatkan bukti kuat kasus penipuan ini.

"Rincian kasus dilindungi dari pengungkapan publik, tetapi Cashwagon terus bekerja sama dengan polisi cybercrime Indonesia untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan menuntut si penipu," lanjut Asri.

Dilanjutkannya, prioritas utama Cashwagon adalah keselamatan pelanggannya sehingga perusahaan melakukan segala upaya untuk melindungi pelanggan.

"Betapa pun kecilnya, kasus penipuan harus diproses oleh hukum. Kerja sama yang erat dengan pihak kepolisian, dan kepatuhan ketat terhadap peraturan di Indonesia memungkinkan Cashwagon menindak tegas kasus penipuan yang dilakukan penjahat dan sindikat penipuan," ujar Asri.

Ditambah lagi, kebijakan anti-penipuan internal Cashwagon sepenuhnya dilakukan untuk mematuhi persyaratan OJK dan dirancang untuk memberikan layanan keuangan yang sehat dan dapat diandalkan kepada publik, melindungi kepentingan investor secara menyeluruh dan mencegah kejahatan.

“Kami akan terus melindungi pelanggan kami dan bekerja sama dengan polisi unit cybercrime untuk memastikan keamanan pengembangan industri fintech,” pungkas Asri. (rianz)

Penulis:

Baca Juga