Debit Air Normal, Warga Sidoarjo Tak Perlu Khawatir Luapan Sungai Brantas

Bu Naning (tengah) didampingi Bambang Tjatur Miarso bersama Letkol Kav Arief Cahyo Widodo saat berada di lokasi Dam Rolak Songo, Mlirip, Tarik, Sidoarjo. (Foto istimewa)

Sidoarjo, Akuratnews.com - Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPU-BMSDA) Sidoarjo, Sunarti Setyaningsih didampingi Kabid Irigasi dan Pematusan DPU-BMSDA, Bambang Tjatur Miarso bersama Dandim 0816 Sidoarjo, Letkol Kav Arief Cahyo Widodo, melakukan peninjauan ke Dam Rolak Songo, Mlirip, Tarik, Sidoarjo.

"Debit air masih dalam kondisi aman dan normal. Delapan Dam yang menuju arah sungai Porong telah dibuka guna mengatur keseimbangan debit air." Ujar Sunarti Setyaningsih di Sidoarjo, Kamis (18/7/2019) pekan lalu.

Menurut dia, karena debit air normal, masyarakat Sidoarjo tak perlu khawatir luapan sungai Brantas atau dampak kekeringan, akibat musim kemarau seperti sekarang ini.

Ditegaskan Bu Naning, sapaan akrab Sunarti Setyaningsih ini, pihaknya akan selalu memantau debit air, baik di musim hujan maupun kemarau. "Ya, tujuannya, agar masyarakat tak merasa resah, takut terjadi banjir atau kekeringan. Sehingga, para petani pun bisa menggarap lahan sawahnya dengan baik," ujar Alumnus Universitas Brawijaya Malang ini.

Sementara itu, Dandim Letkol Kav Arief Cahyo Widodo menjelaskan, peninjauan ini berkaitan dengan upaya mitigasi penanggulangan bencana, termasuk mengantisipasi dampak kekeringan di lahan pertanian, akibat musim kemarau berkepanjangan.  "Kami lakukan ini, untuk menindaklanjuti hasil rapat di Kementerian Pertanian, yakni optimalisasi antisipasi dampak musim kemarau berupa kekeringan," terangnya.

Maka itu, sambung Arief Cahyo, pihaknya meminta para petani mau memperhatikan arahan dan himbauan dari petugas yang berkompeten di bidang pertanian dan pengairan. "Hal itu dimaksudkan, agar mereka bisa menghasilkan panen (padi) sesuai yang diharapkan," tandasnya.

Untuk diketahui, Dam Rolak Songo itu merupakan bendungan yang memiliki sembilan pintu air, terletak di perbatasan Sidoarjo - Mojokerto. Tepatnya, di Desa Mlirip, Kecamatan Tarik, Sidoarjo yang berbatasan dengan Desa Lengkong, Mojoanyar, Mojokerto.

Dam ini berfungsi sebagai pengatur debit air sungai terbesar dan terpanjang, yakni sungai Brantas, untuk mengairi persawahan di Sidoarjo. Dam ini dibangun pada 1857 silam (zaman penjajahan Belanda).

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Ahmad Ahyar

Baca Juga