Demokrat Jawa Timur Kurang Diminati Millenial, Emil Jadi Penyebabnya?

Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elistianto Dardak
Plt Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Timur Emil Elistianto Dardak

AKURATNEWS - Demokrat Jawa Timur harus merasakan ketertinggalan sebagai partai "top of mind" pilihan kalangan milineal Jatim. Padahal DPD Demokrat Jawa Timur dipimpin seorang tokoh muda yang juga wakil gubernur Jawa Timur yakni Emil Elistianto Dardak.

Demokrat harus tertinggal jauh dengan PDIP karena menempati urutan ke empat sebagai partai yang disukai kaum milineal berdasarkan hasil survei Surabaya Survei Center (SSC).

Survei tersebut mencatat urutan pertama partai top of mind pilihan kalangan milineal diduduki oleh PDI Perjuangan 22,9 persen. Kemudian PKB 9,5 persen, Gerindra dengan 5,8 persen. Sementara Partai Demokrat mendapatkan dukungan 4,2 persen.

Baca Juga: Demokrat Banten Siap Santet Moeldoko

Sedangkan elektabilitas partai, dukungan kaum milineal ke Partai Demokrat juga masih berada di peringkat empat dengan angka 6,9 persen karena dibawah PDI Perjuangan dengan angka 26,7, PKB dengan angka 16,3 dan Partai Gerindra dengan angka 9,5 persen.

Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair), Hari Fitrianto menilai kaum milineal belum banyak menyukai Partai Demokrat di karena sosok Plt Ketua DPD Demokrat Jatim Emil Dardak kurang dikenal sebagai sosok Demokrat.

“Emil Dardak jarang sekali menggunakan jaket Demokrat ketika berada diruang publik. Padahal sosok Emil Dardak adalah tokoh milineal di Jatim,” ujarnya, dikonfirmasi di Surabaya, Selasa 13 April 2021.

Baca Juga: Emil Dardak Sosialisasi PPKM ke Jamaah Sholat Jumat

Hari mencatat selama dihadapan publik, Emil Dardak masih menjaga posisinya sebagai wakil gubernur daripada pimpinan partai politik. Maka, jika ingin elektabilitas Demokrat meningkat, Emil harus mampu menunjukkan dirinya sebagai ketua partai politik.

"Saat ini terjadi kebuntuan komunikasi dikalangan milineal dengan Demokrat. Di Partai Demokrat masih berlaku mengelola parpol sebatas organisasi tanpa melakukan overlapping interaksi dengan kalangan millennial,” paparnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis: Adi Suprayitno

Baca Juga