Kumpulan Doa Kafaratul Majelis Lengkap dan Artinya

Makin Rajin

Kumpulan Doa Kafaratul Majelis Lengkap dan Artinya

Doa kafaratul majelis merupakan doa yang dipanjatkan saat ingin mengakhiri majelis atau acara. Umumnya, doa tersebut dibaca sebelum orang-orang yang menghadiri majelis tersebut beranjak dari tempatnya. Lalu seperti apa bacaan doa tersebut?

Doa Kafaratul Majelis dan Artinya

Doa ini bisa kamu baca sebagai doa untuk menutup sebuah acara, majelis, atau pertemuan. Nabi Muhammad mengajarkan doa tersebut pada umatnya agar membacanya ketika hendak mengakhiri sebuah pertemuan maupun majelis, khususnya pembahasan tentang Islam.

Doa tersebut juga sekaligus sebagai ucapan syukur dan kesadaran diri bahwa acara yang telah terselenggara tidak akan berhasil tanpa kehendak Allah. Isi doa ini berupa pujian pada Allah, bahwa hanya Allah Tuhan yang wajib disembah. Adapun untuk bacaan doanya yaitu:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhanallahu wa bihamdika asyhadu al-laa ilaha illa anta, astaghfiruka wa atubu ilaik”

Artinya: “Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu”

Sebagai informasi, doa tersebut merupakan doa dari Nabi Muhammad seperti yang kamu temukan pada Hadis riwayat Imam At-Tirmidzi.

Selain membaca doa tersebut, ada juga doa yang biasanya dipanjatkan ketika membuka acara atau majelis. Doa ini bertujuan agar Allah memperlancar segala urusan dalam acara sehingga selesai tanpa ada kendala. Untuk doanya yaitu:

الْحَمْدُلِلَّه رَبِّ الْعَالَمِيْنَ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ أَمَّا بَعْدُ

Alhamdulillahi rabbil’aalamiin, wash-sholaatu wassalaamu ‘ala isyrofil anbiyaa i walmursaliin, wa’alaa alihi washohbihii ajma’iin ammaba’adu.”

Baca Juga:  4 Doa Turun Hujan Lengkap Beserta Arti dan Manfaatnya

Artinya: “Segala puji bagi Allah Tuhan Seluruh Alam. Semoga shalawat dan keselamatan tercurahkan selalu kepada Nabi dan Rasul termulia, keluarga, dan sahabat-sahabatnya.”

Landasan dalam Menerapkan Doa Kafaratul Majelis

Seperti yang kita tahu, Islam merupakan agama dalil. Dalam melaksanakan ibadah harus berlandaskan pada dalil, yaitu Al-Quran, sunnah, dan penjelasan kedua dalil tersebut menurut pemahaman para ulama.

Lalu bagaimana dengan doa penutup majelis? Seperti apa dalil-dalil yang merujuk pada doa tersebut? Berikut informasinya.

1. Hadis Pertama

Dalil yang pertama yaitu hadis sebagaimana riwayat Abu Hurairah. Nabi Muhammad bersabda:

“Barang siapa yang duduk di suatu majelis lalu banyak senda guraunya (kalimat yang tidak bermanfaat untuk akhiratnya), maka hendaklah ia mengucapkan sebelum bangun dari majelisnya itu, ‘Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik’.” (HR. Tirmidzi, no. 3433).

Artinya: “Maha Suci wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu); kecuali diampuni baginya dosa-dosa selama di majelisnya itu.”

2. Hadis Kedua

Kemudian ada hadis kedua sebagai landasan dalam mempraktikkan doa kafaratul majelis. Hal ini seperti riwayat Abu Barzah yang berkata bahwa Rasulullah pernah mengucapkan ‘Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik’ di akhir pertemuan. Rasulullah mengucapkannya saat hendak bangun dari majelis. 

Artinya: “Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertobat kepada-Mu.”

Ada juga salah seorang sahabat yang mengatakan  “Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan ucapan yang belum pernah engkau ucapkan sebelumnya.” 

Baca Juga:  Sholawat Jibril, Anjuran Mengamalkan dan Keutamaannya

Mendengar hal tersebut, kemudian Rasulullah memberikan jawaban “Itu adalah kafarat bagi dosa yang terjadi selama di dalam majelis.” (HR. Imam Abu Daud).

3. Hadis Ketiga

Selanjutnya terdapat hadis ketiga yang diriwayatkan Ibnu Umar. Beliau berkata: 

“Jarang sekali Rasulullah berdiri dari suatu majelis sampai beliau berdoa dengan doa-doa ini:

Allohummaqsim lanaa min khosy-yatika maa tahuulu bihi baynanaa wa bayna ma’aashik, wa min thoo’atika maa tuballighunaa bihi jannatak, wa minal yaqiini maa tuhawwinu ‘alaynaa mashoo-ibad dunyaa. Allohumma matti’na bi asmaa’inaa wa ab-shorinaa, wa quwwatinaa maa ahyaytanaa, waj’alhul waaritsa minnaa. Waj’al tsa’ronaa ‘ala man zholamanaa, wan-shurnaa ‘alaa man ‘aadaanaaa, wa laa taj’al mushibatanaa fii diininaa wa laa taj’alid dunyaa akbaro hamminaa, wa laa mab-lagho ‘ilminaa, wa laa tusallith ‘alaynaa mallaa yarhamunaa

Artinya: “Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu sebagai penghalang untuk bermaksiat kepada-Mu, ketaatan kami kepada-Mu sebagai jalan yang menyampaikan kami ke surga-Mu, dan keyakinan kami kepada-Mu sebagai penenang bagi kami atas musibah dunia yang menimpa.

Ya Allah, berikanlah kenikmatan pada pendengaran kami, penglihatan kami, dan kekuatan pada kami selama Engkau memberikan kehidupan bagi kami, dan jadikanlah kenikmatan tersebut terus-menerus bagi kami.

Balaskanlah dendam kami terhadap orang-orang yang telah menzalimi kami, menangkanlah kami atas orang-orang yang memusuhi kami, janganlah Engkau menjadikan musibah pada kami menimpa agama kami, dan janganlah Engkau menjadikan dunia sebagai cita-cita terbesar bagi kami, tidak menjadi tujuan ilmu kami, dan janganlah Engkau memberikan kekuasaan atas kami kepada orang yang tidak menyayangi kami (orang kafir, munafik, fasik dan zalim).” (HR. Imam Tirmizi)

Pendapat Ulama tentang Keutamaan Doa Kafaratul Majelis

Doa penutup pertemuan memiliki keutamaan. Siapa yang membaca doa tersebut sebelum beranjak dari tempat majelis, maka seluruh kesalahannya Insya Allah mendapatkan ampunan dari Allah.

Baca Juga:  8 Bacaan Doa Agar Hati Tenang dan Terhindar dari Kegelisahan

Hal tersebut sesuai dengan pendapat Syech Abdurrahman bin Nasir As-Sa’diyah. Menurut beliau”

أمر تعالى عند الفراغ منها باستغفاره والإكثار من ذكره، فالاستغفار للخلل الواقع من العبد، في أداء عبادته وتقصيره فيها، وذكر الله شكر الله على إنعامه عليه بالتوفيق لهذه العبادة العظيمة والمنة الجسيمة. وهكذا ينبغي للعبد، كلما فرغ من عبادة، أن يستغفر الله عن التقصير، ويشكره على التوفيق، لا كمن يرى أنه قد أكمل العبادة، ومنّ بها على ربه، وجعلت له محلا ومنزلة رفيعة، فهذا حقيق بالمقت، ورد الفعل، كما أن الأول، حقيق بالقبول والتوفيق لأعمال أخر

Artinya:  “Allah Ta’ala memerintahkan ketika selesai dari prosesi manasik agar seseorang memperbanyak istighfar dan zikir. Karena istighfar bertujuan menambal kekurangan yang terjadi pada diri seorang hamba. Yakni ketika beribadah dan ketidaksempurnaannya dalam mengerjakan. Dan zikir kepada Allah sebagai bentuk syukur kepada-Nya atas nikmat yang tercurah berupa taufik untuk mengerjakan ibadah yang agung dan pemberiaan-Nya yang tak terkira. Beginilah semestinya seorang hamba ketika selesai beribadah.

Ia memohon ampunan kepada Allah atas segala kekurangannya dalam mengerjakan ibadah dan bersyukur kepada-Nya atas limpahan taufik sehingga bisa beribadah.

Tidak sebagaimana orang-orang yang mengira ibadahnya telah sempurna, berlaku pongah di hadapan Rabbnya, dan menyangka bahwa baginya kedudukan yang tinggi. Justru ini bentuk kesombongan dan tertolaknya ibadah. Sebagaimana yang pertama juga menjadi indikasi diterimanya amalan dan taufik untuk mengerjakan ibadah yang lainnya.”

Sudah Tahu Doa Kafaratul Majelis?

Seperti itulah pembahasan tentang doa kafaratul majelis beserta dalil-dalilnya, termasuk pendapat ulama tentang keutamaan doa tersebut. Jadi, doa ini memang hukumnya sunah untuk membacanya saat ingin mengakhiri sebuah acara, khususnya majelis yang membahas tentang keislaman.

Baca artikel Akuratnews.com lainnya di Google News.

Disclaimer

Artikel terkait aplikasi versi modifikasi atau MOD APK yang dibagikan Tim Akuratnews.com hanya bersifat reviews saja yang bertujuan untuk menambah wawasan pengetahuan para pembaca. Kami tidak menyarankan anda untuk mendowload file yang bersifat ilegal. Kami juga tidak bertanggung jawab atas segala risiko dan bahaya yang bisa terjadi pada perangkatmu. Penggunaan aplikasi versi modifikasi atau MOD APK bisa merugikan pengembang dari segi materi dan sebagainya.

Artikel Terkait