Dua Pelaku Penipuan Diciduk Polisi

Medan, Akuratnews.com - Dua pelaku penipuan dengan modus daftar masuk menjadi anggota Polwan berinisial AS (48) warga Jalan Pemuda Pancasila, Desa Sampali, Percut Sei Tuan yang bekerja sebagai guru PAUD, dan RS alias Naumi (42) Ketua Reaksi Cepat (RC) Perlindungan Anak dan Perempuan Jakarta diringkus petugas Unit Reskrim Polsek Percut Sei Tuan, Kamis (20/12/2018).

Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil Zikri mengatakan, kedua pelaku dalam aksinya melakukan penipuan dengan modus bisa memasukan korban Selvi Setiawati menjadi Polwan, dengan uang pelicin.

Tawaran itu membuat keluarga korban, Wagiman Buang tergiur kemudian menuruti permintaan kedua pelaku dan memberikan uang sebesar Rp179 Juta secara bertahap.

“Korban Wagiman Buang, Arda Ningsih dan Selvi Setiawati dibawa dan dikenalkan oleh A kepada Naumi, dimana Selvi Setiawati mau masuk Polwan dan minta diuruskan, selanjutnya korban memberikan uang sebesar Rp10 Juta,” ujarnya.

Faidil mengatakan, setelah itu korban diminta menyerahkan fotocopy KTP, KK dan pas photo. Beberapa waktu kemudian, korban kembali dimintai uang oleh RS yang diberikan melalui transfer bank, lalu pada bulan Februari 2018 korban disuruh datang ke Polda Sumut.

“Selanjutnya, korban terus dimintai uang sebesar puluhan juta rupiah oleh pelaku dengan berbagai alasan mulai dari uang ukur badan dan sebagainya,” jelasnya.

Lebih lanjut Kapolsek Faidil mengatakan, saat Selvi ke SPN Sampali untuk ukur tinggi badan dan ternyata tinggi badan kurang dan Selvi Setiawati tidak bisa masuk Polwan. Korban yang menyadari telah ditipu lalu menagih uangnya kembali kepada pelaku.

“Lalu dibuatkanlah surat perjanjian bermaterai 6000 dimana pelaku RS alias Naumi mengembalikan uang sebesar Rp179 Juta dengan menyicil, dimana pada bulan Juni 2018 akan dikembalikan sebesar Rp100 Juta dan sisanya dalam 4 bulan yakni bulan Agustus 2018,” jelas Faidil.

Akan tetapi, RS tidak memenuhi janjinya hingga batas waktu yang ditentukan. Sehingga korban lantas membuat laporan ke Polsek Percut Sei Tuan.

“Kita yang mendapatkan laporan ini kemudian melakukan penyelidikan. Setelah dua kali surat panggilan terhadap A dan RS tak diindahkan, lalu kita melakukan jemput paksa,” tegasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 378 Yo 372 KUHPidana ancaman 4 tahun penjara.

“Keduanya kini sudah diamankan untuk diproses lebih lanjut,” ujar Faidil. (HSP) 

Penulis:

Baca Juga