Eksekusi Gudang di Kedung Kandang, Keluarga Tuding Cacat Hukum

Saat eksekusi berlangsung.

Malang raya, Akuratnews.com - Puluhan aparat gabungan dari polresta Malang, satpol PP dan Danramil didatangkan untuk mengawal pelaksanaan eksekusi gudang tanah di jalan Koro Kelurahan Kedung Kandang Kecamatan Kedung Kandang Senin, (19/6/17) sempat ricuh.

Karena proses eksekusi mendapatkan perlawanan dari pihak keluarga pemilik SHM Muyassaroh, karena keluarga pemilik lahan tanah menilai cacat hukum dan tidak sesuai dengan aturan.

Menurut Muyassaroh sengketa tanah tersebut awalnya dari Suciarni meminjam sertifikat rumah kepada pemilik tanah Muyassaroh (56) untuk membangun usaha. paparnya.

Sebagai jaminan pinjam uang di Bank Danamon ,namun setelah beberapa waktu kredit di bank tersebut kemungkinan macet , lalu tanpa sepengatahuan Muyassari oleh Suciati di "take over" ke Bank BTN lain oleh Pihak Bank BRI Syariah kemungkinan juga mengalami macet. tambahnya.

Mayassaroh di temani perwakilan, merasa kecewa dengan eksekusi tersebut

Lalu oleh bank di lelang munculah nama Dwi Cahyono diduga salah satu oknum anggota Polsek Kedung Kandang Sebagai pemenang lelang dengan harga 268 jt. imbuhnya.

"karena merasa kecewa dengan proses eksekusi tersebut, perwakilan keluarga Muyassaroh langsung berangkat ke kantor Polresta Malang menanyakan surat pemberitahuan dari ketua pengadilan kota malang perihal penyitaan paksa aset lelang.

Ironis dari kunjungannya kekantor Polresta melalui Kabag ops tidak ada surat perintah dari Kepala pengadilan, namun hanya pemberitahuan dari Panitera, bahkan awak media oleh salah satu anggota Polresta mempersilahkan untuk bertanya langsung kepada Humas.humas karena belum memahami masalah merasa tidak tahu media diarahkan untuk menemui kabag hukum, namun dari kabag hukum juga tidak tahu. sampai berita ini diturunkan belum ada komentar resmi dari pihak terkait karena kapolresta sedang ada rapat di kantornya. (rmn)

Penulis:

Baca Juga