Ganti Nama, Jalan Bang Pitung Ditolak Warga

AKURATNEWS - Sejumlah nama jalan di Jakarta Selatan diubah menjadi nama tokoh Jakarta. Jalan Raya Kebayoran Lama misalnya, jalan ini diganti namanya menjadi Jalan Bang Pitung.

Sejak kemarin, di jalan yang membentang dari pertigaan Rawa Belong hingga pasar Kebayoran Lama ini sudah terpasang plang jalan bertuliskan Jl Bang Pitung.

Untuk diketahui, Si Pitung merupakan sosok legendaris Betawi dari Rawa Belong yang jago bela diri. Menurut versi resmi pemerintah kolonial Belanda, Si Pitung yang memiliki nama asli Ahmad Nitikusumah dan dikenal sebagai perampok ulung yang membagikan hasil rampokan yang kepada rakyat kecil yang ditemuinya. Oleh karena itu, Si Pitung dianggap pemberontak oleh Belanda yang harus ditumpas, tetapi bagi orang-orang Betawi dianggap sebagai pahlawan.

Namun, pergantian nama ini tak sepenuhnya diterima masyarakat. Forum RW dan LMK Kelurahan Sukabumi Utara misalnya. Seperti diungkapkan Ketua Forum RW Kelurahan Sukabumi Utara, Sofi, lebih dari 80 persen warga menolak perubahan nama Jalan Kebayoran Lama menjadi Jalan Bang Pitung.

“80 sampai 90 persen warga menolak perubahan nama jalan," kata Sofi.

Karena hal itulah, RW dan LMK wajib menyampaikan aspirasi ini. Sofi berharap DPRD dapat menyampaikan aspirasi warga dapat ke Pemprov DKI Jakarta sehingga rencana perubahan nama Jalan Kebayoran Lama ini dibatalkan.

Hal senada diungkapkan Ketua RW di Pesanggrahan, Edy Permana. Walau sangat menghormati para tokoh Betawi dan Jakarta, namun Pemerintah Provinsi Jakarta Selatan belum menginformasikan perubahan nama jalan secara optimal kepada masyarakat.

"Warga kurang informasi, pihak kami menolak dan mau Jalan Anggrek tetap jadi Anggrek karena tidak ada informasi yang dibagikan ke warga," kata Edy.

Senada dengan Edy, Ketua RT 04 Kelurahan Petukangan Selatan, Matali pun menyayangkan Pemkot Jaksel kurang memberikan alasan untuk mengganti nama jalan.

Matali berharap pemerintah melibatkan unsur masyarakat untuk bermusyawarah karena ada banyak aspek, seperti dana yang harus diperhatikan.

"Ketika nama jalan itu diubah siapa yang tanggung jawab? Itu butuh uang yang besar. Kami RT dan RW nanti yang akan kena dampak," ujar Matali.

Camat Kebayoran Lama, Iwan Santoso yang dihubungi menyebut jika penolakan warga terkait perubahan nama jalan Kebayoran Lama menjadi jalan Bang Pitung adalah hal yang wajar.

"Penolakan itu wajar, setuju atau tidak setuju pasti ada," ujar Iwan, Minggu (19/6/2022)

Ia juga membantah jika pihak Pemkot Jakarta Selatan kurang melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"Sampai sekarang kita terus melakukan sosialisasi kok. Tapi aspirasi masyarakat tetap kita tampung," ujar Iwan lagi.

Sosialisai ini nantinya juga guna mempersiapkan dampak pergantian nama jalan ini.

"Nantinya kan alamat domisili, alamat di bukti kepemilikan seperti STNK, BPKB dan sertifikat juga kan akan berubah. Inilah yang kita terus persiapkan," pungkas Iwan.

Penulis: Rianz
Editor: Redaksi

Baca Juga