OPINI

Hai Advokat Senior! Bersatulah Wujudkan Wadah Tunggal

Oleh: Nur Setia Alam Prawiranegara SH MKn Advokat Anggota Peradi

AKURATNEWS - Beragam pendapat dan pemikiran telah dipaparkan, baik melalui media massa dan sejumlah wadah informasi lainnya terkait organisasi advokat, khususnya Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi), yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advokat.

Pemikiran dan pendapat yang muncul lebih banyak mencari pembenaran atas keberadaan organisasinya. Hal ini memicu keprihatinan, bagaimana adagium "Ubi Societas Ibi Justicia" bisa diwujudkan di negeri ini, bagaimana bisa menegakkan hukum dan keadilan di masyarakat, jika advokat, khususnya para senior belum mampu mengurus dirinya sendiri, dan tidak menyadari kekurangan itu, khususnya dalam mengurus organisasi.

Dalam sejarah organisasi advokat, kondisi saat ini merupakan kisah perpecahan kedua, yang sebenarnya terjadi pada tahun 2015. Perpecahan sebelumnya, setelah sempat bersatu, pertama kali terjadi tahun 1964.

Tentu saja, sebagai advokat, kita taka da yang berkeinginan organisasi advokat terus-menerus terbelah, pecah untuk ketiga kalinya.

Apalagi, jika menengok ke belakang, perjuangan melahirkan UU Advokat dan melahirkan wadah tunggal organisasi advokat sebenarnya sudah sangat panjang dan lama. Jangan sampai tiga kali organisasi advokat terpecah-belah.

Perpecahan lagi di tubuh organisasi advokat, yang sejak tahun 2004 kembali bersatu dengan pembentukan Peradi sesuai amanat UU Advokat, adalah saat sejumlah pendiri Peradi melahirkan Kongres Advokat Indonesia (KAI) 2008.

Perpecahan dan permasalahan organisasi advokat kian meruncing saat dilangsungkan Musyawarah Nasional (Munas) Peradi tahun 2015 di Makassar tidak bisa melahirkan kepengurusan yang diterima oleh semua kalangan. Peradi terbelah.

Perpecahan itu semakin meruncing, karena sejumlah kalangan yang mengedepankan ego dan pembenarannya. Padahal, untuk mempersatukan advokat, yang dibutuhkan adalah kedewasaan, dan bukan hanya mengedepankan kehebatan atau kepakaran dalam hukum, tetapi abai dan membuat kondisi organisasi advokat semakin terpuruk, dikorbankan, serta hilang uang, tenaga, pemikiran, waktu, dan yang lainnya.

Selanjutnya 1 2 3 4
Penulis: Rianz
Editor: redaksi

Baca Juga