Industri Perbankan Harus Tetap Waspada

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso

Jakarta, Akuratnews.com - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso mengingatkan perbankan agar terus membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN). Pasalnya, Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melihat ekonomi akan semakin pulih pada akhir tahun 2020.

Pulihnya ekonomi membuat debitur-debitur yang sempat menerima restrukturisasi kredit mulai terlihat kemampuan membayarnya.

"Kami ingatkan kepada industri perbankan untuk tetap waspada karena yang direstrukturisasi, waspada kalau ada yang betul-betil butuh perhatian lebih. Kami pesan tetap harus membentuk CKPN," kata Wimboh dalam konferensi pers KSSK IV 2020 secara virtual, Selasa (27/10/2020).

Adapun pada Agustus, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) kembali meningkat. NPL gross tercatat tumbuh 3,22 persen, meningkat dari 3,11 persen di akhir kuartal II 2020.

Namun, kondisi permodalan perbankan pada Agustus 2020 terlihat masih cukup bagus. Rasio CAR terjaga di level cukup tinggi sebesar 23,39 persen, dibanding kuartal II 2020 di level 22,5 persen.

"DPK masih ample, NPL slightly ada kenaikan. Tapi angka terakhir di September sudah mulai turun sedikit. Kita ingatkan kepada bank untuk tetap waspada," sebut Wimboh dikutip Kompas.

Informasi saja, dunia perbankan Tanah Air nampaknya sudah mendapat sinyal adanya kemungkinan peningkatan kredit macet.

Beberapa bank besar sudah memupuk pencadangan sehingga menurunkan pendapatan laba bersih perseroan di kuartal III 2020.

Bank BCA misalnya, membukukan biaya pencadangan sebesar Rp 9,1 triliun, meningkat sebesar Rp 5,6 triliun atau 160,6 persen (yoy).

Sementara BNI memperkuat pencadangan sehingga membuat rasio kecukupan pencadangan (coverage ratio) hingga Kuartal III 2020 berada pada level 206,9 persen, lebih besar dibanding Kuartal III 2019 yang sebesar 159,2 persen.

Penulis: Fajar

Baca Juga