Ini Alasan Bupati Sidoarjo Soal Kekosongan Jabatan Struktural Tak Kunjung Diisi

Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum tujuh Fraksi DPRD terhadap Raperda tentang P-APBD TA 2022 di rapat paripurna. 
Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat menyampaikan jawaban atas pandangan umum tujuh Fraksi DPRD terhadap Raperda tentang P-APBD TA 2022 di rapat paripurna. 

AKURATNEWS - Alasan kekosongan kursi jabatan struktural di sejumlah Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo yang tak kunjung diisi hingga kini telah terungkap.

Alasan tersebut, diungkapkan Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor saat penyampaian jawaban atas pandangan umum tujuh Fraksi DPRD (F-PKB, F-PDIP, F-Gerindra, F-PAN/PPP, F-PKS, F-Golkar dan F-Nasdem/Demokrat) terhadap Raperda tentang Perubahan APBD TA 2022 dalam rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD, Usman, bertempat di Gedung DPRD Sidoarjo pada Kamis, 15 September 2022.

"Langkah kongkrit yang diupayakan dalam rangka pengisian kekosongan jabatan struktural Perangkat Daerah di Pemkab Sidoarjo, menerapkan minimal enam indikator bahan pertimbangan, diantaranya: kepangkatan, latar belakang pendidikan, latar belakang penugasan, hasil asesmen, domisili dan usulan OPD," jelasnya.

Selain enam indikator itu, tambah Bupati Muhdlor, juga didasari pedoman analisis jabatan dan analisis beban kerja.

"Lalu, faktor lain yang mempengaruhi pengisian kekosongan (jabatan struktural) itu, karena terbatasnya jumlah PNS yang memenuhi persyaratan kualifikasi dan standar kompetensi jabatan yang dibutuhkan. (Intinya) pengisian jabatan dimaksud memperhatikan prioritas kebutuhan," tandasnya.***

Penulis: Wachid Yulianto
Editor: Wahyu Wicaksono

Baca Juga