IIMS 2019

Ini Detil Spesifikasi BMW Z4 Terbaru

Jakarta, Akuratnews.com - BMW Z4 baru saja diluncurkan di ajang IIMS 2019. Berbeda dari pendahulunya, roadster yang menjadi basis Toyota Supra ini, benar-benar berganti wajah serta rancang bangun di dalamnya. Khusus untuk Indonesia, varian yang masuk hanya satu, sDrive30i M Sport sebagai edisi terbatas.

Biasanya, BMW hanya menyediakan kurang dari 20 unit. Jika ingin memilikinya, Anda perlu inden selama enam bulan dan menggelontorkan dana sebesar Rp1,459 Miliar (Off The Road). Berikut spesifikasinya.

Eksterior

Dimensi BMW Z4 terbaru kini lebih besar. Memanjang 85mm, lebih lebar 74mm dan lebih tinggi 13mm. Tapi urusan wheelbase, dibuat lebih ringkas 26mm dari versi pendahulunya. Dengan perubahan ini mestinya karakter mengemudi Z4 bisa lebih meningkat.

Secara desain juga berubah drastis. Tak lagi menggunakan dua proyektor bulat, yang biasanya menjadi khas BMW. Kini headlampnya memiliki desain tegas, dengan siku tajam di setiap sisi. Imbuhan LED DRL juga berhasil membuat kesan dramatis. Tepat di tengah headlamp, tertanam grille double kidney berukuran besar dengan alur honeycomb. Ini menjadi identitas baru BMW masa kini.

Di bawahnya, bumper dan spoiler memiliki banyak lekukan tajam. Tampangnya jadi makin sporty. Di belakang juga memiliki desain baru. Model stoplampnya menyipit hingga ke samping. Tak lupa, bumper juga memiliki pahatan otot selaras dengan bagian depan. Semua keindahannya dikombinasi dengan pelek 10-spoke BMW M yang ringan. Termasuk kaliper M Sport mengapit cakram dengan model fixed dan floating.

Interior

Di kabin, hampir seluruhnya menggunakan paket M Sport. Dari mulai sport seat elektrik, lingkar kemudi tiga palang berlapis kulit Walknappa dan seatbelt. Desainnya juga baru, dengan tampilan futuristik nan canggih berkat penanaman layar besar di tengah. Kualitas buatan pada dashboard, door trim, konsol, semuanya jempolan. Makin terlihat apik dengan jahitan di beberapa panel.

Saat malam hari, ambience light bisa diubah sesuai selera Anda. Pancaran sinar itu lebih maksimal saat ruang kabin dalam keadaan gelap. Tapi mengendarai Z4, lebih terasa sensasinya saat atap dibuka. Apalagi di sore hari. Untuk mengoperasikannya, cukup tekan tombol, otomatis Anda memiliki ruang kepala tak terbatas.

Fitur

Untuk memanjakan pengemudi, Z4 dilengkapi BMW Live Cockpit Professional 10.25 inci. Sistem di dalamnya, mengadaptasi OS 7; ada fitur “Hey BMW”, iDrive Touch Controller, hard drive 20GB, bluetooth/ WiFi interface, Apple Car Play dan charger nirkabel. Sistem audio dipercayakan pada Harman Kardon. Walaupun hanya berformat dua penumpang, AC disediakan dalam dua zona.

Mengenai fitur mengendaranya juga sudah lengkap. Meliputi cruise control, runflat indicator, adaptive LED headlight, lane departure warning, lane change warning, front collision warning dengan intervensi pengereman, parking assistant, dan rear view camera.

Peranti keamanan yang diberikan juga cukup baik. Ada dua airbag di depan, samping dan side impact protection. Penghentian laju juga didukung sensor ABS, Cornering Brake Control (CBC),

Mesin

Jantung pacunya berkonfigurasi empat silinder segaris dengan kubikasi 2.0 Liter. Tak begitu besar sebetulnya. Namun berkat bantuan twin-scroll turbocharger, tenaga yang dihasilkan mencapai 261PS di rentang 5.000-6.500rpm. Meningkat 13PS dari versi pendahulunya. Turbo juga berperan besar dalam pencapaian torsi. Karenanya, ia mampu memberikan dorongan tenaga 400Nm di rentang putaran mesin yang sangat rendah (1.550-4.400rpm).

Untuk mentransfer tenaganya, BMW menanamkan transmisi 8-speed steptronic. Praktis, rasionya pendek-pendek. Dengan semua itu, mobil ini bisa menyelesaikan akselerasi 0-100kpj dalam 5,5 detik saja (klaim). Untuk topspeednya, dibatasi hingga 250kpj. Lebih dari cukup untuk sebuah roadster. Jika Anda mengira performa setinggi itu mengonsumsi banyak BBM, nyatanya Z4 hanya butuh 1 liter bensin untuk 15km (kombinasi).

Suspensi

Tenaga besar perlu diiringi dengan suspensi yang mumpuni, agar dapat bermanuver dengan baik. BMW menanamkan Adaptive M Suspension. Guna meningkatkan traksi di permukaan yang dinamis, M Sport Differential juga ditanamkan. Sistem ini bekerja bersamaan dengan Driving Stability Control (DSC). Praktis dan risiko selip terminimalisir.

Penulis: Redaksi
Editor: Redaksi

Baca Juga