Invest Islands, Turut Ramaikan Investasi di Indonesia Melalui Sektor Pariwisata

CEO dan Co Founder Invest Islands Kevin Deisser (Kanan) bersama salah satu koleganya saat berada di booth-nya, pameran di Jakarta.

AKURATNEWS - Setelah dihantam badai Covid-19 kurang lebih dua tahun, Indonesia sebagai negara besar yang turut terimbas dengan kejadian tersebut, kini mulai bangkit berangsur-angsur dalam berbagai sektor demi menumbuhkan perekonomian positif di tengah potensi berakhirnya masa pandemi.

Di tengah peluang pertumbuhan ekonomi, Indonesia memiliki harapan untuk mengundang investor untuk menginvestasikan bisnisnya di berbagai bidang, salah satunya di bidang pariwisata.

Pariwisata selama ini menjadi sektor primadona dalam menyumbang devisa di tanah air. Yang mana, dalam jumpa pers beberapa waktu lalu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan devisa sektor pariwisata Indonesia di tahun 2022 ini, ditargetkan dapat meningkat hingga 1,7 miliar dolar AS atau sekitar Rp24 miliar.

Terkait dengan investasi di sektor pariwisata, CEO dan Co Founder Invest Islands Kevin Deisser mengungkapkan, Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi pertumbuhan bisnis pariwisata yang cukup baik. Dengan adanya investor yang datang, akan memperbaiki ekosistem di tanah air, khususnya di daerah dan masyarakat di mana investasi dilakukan.

"Dengan adanya investasi, di situ pastinya akan ada kehidupan yang lebih layak dan lebih baik," ungkap Kevin ditemui dalam sebuah kesempatan, oleh redaksi akuratnews.com.

Lebih jauh, terkait dengan rencana project di tanah air, Kevin menjelaskan, pihaknya saat ini telah menginvestasikan bisnisnya dengan mengelola aset di wilayah Sumatera Barat berupa tanah, walaupun belum di kelola secara jauh. Namun begitu, pihaknya sedang fokus dalam pembangunan di wilayah Lombok, berupa resort dan villa.

"Kami ada tanah di Sumba. Tetapi sekarang cuma beli tanah saja, belum ada proyek definitif atau rencana membangun. Kami fokus dulu di Lombok Tengah, karena di Lombok, tim kami sudah berpengalaman, sudah bagus-bagus. Di sana sudah banyak koneksi dengan pemerintah daerah, banyak investor juga melihat Lombok," ungkapnya.

Terkait dengan keuntungan yang ditawarkan kepada pemerintah di Indonesia, khususnya pemerintah daerah dimana investasi yang dilakukan, Kevin memaparkan, pihaknya membawa banyak investasi dari luar negeri, sekitar 90 persen darin project yang dijalankannya.

"Saat ini yang telah kami lakukan di Lombok, kami bangun beberapa jalan di sana. Kadang-kadang jalan umum, tetapi kami kerjasama dengan pemerintah daerah. Walaupun kadang pemerintah juga mengatakan tahun depan 2 tahun, 3 tahun (akan membangun-red) lagi pasti akan dibangun. Tetapi kalau kami tidak punya waktu (agak lama), kami tetap yang kerjakan," paparnya.

Dia mencontohkan, project yang dikerjakan ada sekitar 200-300 meter jalan, masyarakat di Lombok bisa merasakan jalan-jalan baru yang dibangun oleh pihaknya. Selain jalan pun, Kevin mengungkapkan melalui Yayasan Invest Islands pihaknya juga membangun sekolah-sekolah yang diperuntukan bagi masyarakat sekitar.

"Mungkin satu kampung sudah dari dulu susah naik motor/mobil hampir tidak mungkin. Tetapi sekarang sekitar 2 bulan yang lalu, kami buat jalan yang baru untuk jalan umum. Pemerintah bilang, silakan kalau ingin bangun. Ini bagus untuk mereka dan ini bukan hanya untuk pemerintah, tetapi untuk masyarakat. Lewat Yayasan kami ada banyak proyek, kami punya sekolah dasar yang dibangun tiga tahun lalu. Rencana kami juga akan membangun sekolah internasional yang besar di proyek Mandalika," jelasnya.

"Ada banyak proyek untuk bantu ibu-ibu. Selain itu, kami juga ingin membantu permasalahan sampah plastik, dengan mendirikan bank sampah melalui daur ulang. Kami sudah buka satu bank sampah dan rencana akan banyak membuka bank sampah, dengan menghidupkan ekonomi sirkular di Lombok," lanjutnya.

Selanjutnya 1 2
Penulis:

Baca Juga