JPU: Pengelolaan PDAM Maja Tirta Mojokerto Rusak, Tidak Taat Aturan?

Saksi saat dimintai keterangannya dalam perkara korupsi dana kas PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto. (Samsul Arifin/Akuratnews.com)

Sidoarjo, Akuratnews.com - sidang dugaan korupsi penyimpangan dana kas PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto kembali digelar di Pengadilan Negeri Tipikor Surabaya, Jl. Raya Juanda, Sidoarjo. Sidang kali ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) hadirkan 3 saksi.

Ketiga saksi dari Pemerintah Kota Mojokerto yakni, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset (DPPKA) Daerah Kota Mojokerto, Agung Moeljatno, Kabag Umum periode 2008-2014 dan Kabag Keuangan PDAM Delta Tirta Kota Mojokerto periode 2016.

Sidang yang digelar diruang Cakra itu ketiga saksi dimintai keterangan secara terpisah oleh JPU. Saksi ditanyai seputaran tugas dan kewengannya selama menjabat. Selain itu Jaksa juga mempertanyakan terkait penyertaan modal tahun 2013-2015 yang diajukan oleh PDAM ke Pemkot Mojokerto yang diduga tidak sesuai dengan peruntukan.

"Apa tugas saudara saksi sebagai Kabag Keuangan," ujar Jaksa Gede Indra dalam persidangan, Jumat (2/8/2019).

Selain itu tim JPU Gede Indra dan Putu Agus secara bergantian mempertanyakan, dana kas PDAM Delta Maja Tirta anggaran tahun 2013-2017 yang digunakan tanpa persetujuan Walikota Mojokerto Mas'ud Yunus (terdakwa perkara berbeda) dan Dewan Pengawas.

Selanjutnya, pertanyaan jaksa juga mengarah ke pembelian bahan kimia yang diduga tanpa melalui proses pengadaan hingga dinilai ada kerugian negara sebesar Rp 1 miliar.

"Saksi selaku Kabag Perekonomian juga sebagai pembina sekaligus pengelola Investasi tidak ada evaluasi," terang Gede Indra usai persidangan.

"Kita akan buktikan dihadapan majelis bahwa pengelolaan PDAM sendiri sudah rusak dan tidak taat aturan," tegas Gede Indra pada akuarnews.com.

Diketahui perkara ini diungkap Kejaksaan Negeri Kota Mojokerto atas dugaan adanya korupsi uang kas PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto dan menjadikan Trisno Nurpalupi selaku mantan Direktur Utama (Dirut) PDAM Maja Tirta Kota Mojokerto dan Maju Setorus selaku rekanan, sebagai terdakwa dalam kasus ini. *

Penulis: Samsul Arifin

Baca Juga