Kajari dan Jaksa di Depok Tangani Kasus Guru Ngaji Cabul

Oknum guru ngaji MMS di Kejari Depok
Oknum guru ngaji MMS di Kejari Depok

AKURATNEWS- Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Depok Mia Banulita bersama tiga jaksa menangani kasus pencabulan yang diduga dilakukan oleh MMS (69) oknum guru ngaji terhadap 10 santriwatinya.

"Perkara ini menjadi atensi serius dari Kepala Kejaksaan Negeri Depok. Ibu Kajari langsung turun tangan menjadi penuntut umum bersama tiga jaksa lainnya yakni Arief Syafrianto, Alfa Dewa, dan Putri Dwi Rismarini", kata Kasi Intelijen Kejari Depok Andi Rio Ramhat, Selasa,(12/4).

Sejauh ini Jaksa penuntut umum (JPU) menilai berkas perkara MMS yang diterima pada 8 April lalu telah lengkap.

MMS diduga melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pada Pasal 82 ayat (1), ayat (2), ayat (4) juncto Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Dalam perkara ini, modus pencabulan MMS meminta anak ajarnya untuk membersihkan tempat tidur maupun rumah.

“Lantas tersangka menjadikan kesempatan tersebut untuk berbuat kepada korban. Tersangka juga memanfaatkan kontak korban yang ada di grup WhatsApp untuk memantau korban," ucap Andi Rio.

Aksi MMS terungkap setelah salah satu santri yang menjadi korban menceritakan peristiwa tersebut kepada orang tuanya. Kemudian orang tua itu mengisahkan kembali ke orang tua yang lain.

Para orang tua korban lalu mengadukan dugaan pencabulan tersebut kepada polisi. Pada 12 Desember 2021, pria beristri dua itu ditangkap oleh Satreskrim Polres Depok di kediamannya di wilayah Beji.

Terungkap, MMS mengajari anak-anak mengaji dan melakukan aksi bejatnya sejak Oktober hingga Desember 2021.

Selain fokus dalam penuntutan, Kejari Depok memastikan akan berkoordinasi dengan instansi terkait ihwal pemulihan korban.

Penulis:
Editor: Redaksi

Baca Juga