Kartu Sehat Kota Bekasi, Percontohan Warga Indonesia

Bekasi, Akuratnews.com - Kartu Sehat Kota Bekasi, Jawa Barat, berbasis Nomor Induk Kependudukan (KS-NIK), yang diprogramkan oleh Walikota Bekasi terpilih 2018 - 2023, Incumbent Rahmat Effendi yang akrab disapa "Bang Pepen" ini, menjadi percontohan warga Indonesia.

Pasalnyal, sejumlah kalangan masyarakat yang berobat di rumah sakit seputaran Kota Bekasi dan tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) berbasis NIK Kota Bekasi jadi iri, dikarenakan melihat pelayanan dan jaminan rumah sakit hampir diseluruh Kota Bekasi lebih dipermudah dan cepat dibandingkan dengan kartu asuransi lainnya.

Jawaban ini diperkuat oleh sejumlah pasien berdomisili di Kota Bekasi yang sedang berobat di Rumah Sakit Hermina Kota Bekasi, Sabtu (6/10).

Banyak warga dari luar daerah tersebut berupaya mengurus kartu berobat gratis itu dengan cara pindah domisili ke Kota Bekasi.

Sabtu Sore(6/10), Menurut Kepala Bagian Humas Setda Kota Bekasi, Sayekti Rubiah mengatakan, sejumlah warga di luar Kota Bekasi, ditemukan berupaya pindah domisili ke Kota Bekasi untuk mendapatkan layanan kesehatan gratis dengan mengurus Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan.

“Ada calo yang mengarahkan, jika ingin mendapatkan layanan kesehatan gratis agar pindah domisili lalu membuat kartu sehat.

Ia menyebut, belum lama ini ditemukan warga asal Kabupaten Bekasi, Jakarta, Bogor dan Tegal, berniat pindah kartu keluarga ketika sedang sakit.

“Ini tentu menyalahi aturan, kami mengimbau agar masyarakat tidak tergiur oleh praktik-praktik percaloan,” ujar Sayekti.

Karena perpindahan status domisili ke Kota Bekasi, kata dia, tidak secara langsung mendapatkan Kartu Sehat dari pemerintah setempat. Soalnya, data yang masuk akan diverifikasi terlebih dahulu.

Lagi pula, kata dia, saat ini pencetakan Kartu Sehat hanya khusus yang darurat. Sebab, pemerintah telah mencetak sekitar 600.000 ribu lebih keping kartu untuk berobat gratis ke seluruh rumah sakit di wilayah tersebut.

Karena itu, pihaknya mengimbau warga yang belum memiliki Kartu Sehat yang ingin berobat cukup menggunakan KTP dan KK Kota Bekasi untuk dilayani di RSUD.

“Bagi oknum yang tertangkap tangan memanipulasi data untuk mendapatkan KS akan dilaporkan ke polisi,” tandasnya.

Jika Kartu Sehat berbasis NIK ini sangat bagus diterapkan untuk pelayanan masyarakat Indonesia, yang sudah terbukti dan teruji, harusnya wilayah di luar Kota Bekasi, juga ikut menerapkan yang langsung tepat sasaran ke masyarakat. (Iswanto)

Penulis:

Baca Juga