Kasihan! Dua SD Tak Jadi Vaksin Lantaran Puskesmas Tak Punya Pulsa Listrik

Kantor Puskesmas Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara
Kantor Puskesmas Kecamatan Parigi Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara

AKURATNEWS - Pelaksanaan vaksinasi masal oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk anak usia 6 hingga 11 tahun yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat sudah dimulai sejak bulan Januari 2022 lalu.

Ditargetkan 70 persen dari dua puluh enam ribu anak didik Sekolah Dasar (SD) di Muna sesuai data Dikbudnya. Hal itu dilakukan berdasarkan keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/6688/2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 bagi Anak Usia 6-11 Tahun.

Bupati Muna, LM Rusman Emba pun telah menegaskan agar palaksanaan vaksinasi itu harus dituntaskan pada bulan Februari 2022.

Namun hal itu, saat Dikbud Muna dikomandoi oleh Ashar Dulu selaku Kepala Dinasnya, target Februari itu tidak tercapai di karenakan banyaknya orang tua murid yang tidak mengizinkan anaknya untuk di vaksin.

Kini istansi itu (Dikbud), di bulan Maret ini mulai melakukan gebrakannya lagi demi meminimalisir gejolak penyebaran wabah Covid-19 terhadap anak usia 6 hingga 11 tahun itu, pihaknya mengambil inisiasi dengan langkah persuasif kepada para orang tua, wali murid SD agar tidak terdapat pangambilan kebijakan pemaksaan sehingga melahirkan kemudahan dalam pelaksanaan Vaksinasi masal itu.

Prosesnya pun sudah mulai berjalan, Kadis Dikbud Muna saat ini, Drs La Taha, turun menangani langsung kelapangan. Kendati hal itu telah dilakukan, namun dalam perjalanannya dibeberapa wilayah di Muna seperti pada Kecamatan Parigi, lagi lagi mendapat kendala hingga pelaksanaan Vaksinasi itu menjadi batal dilaksanakan.

Seperti vaksinasi masal yang sudah siap digelar oleh SDN 6 Parigi pada hari Selasa (22/3/2022) dan pada Rabu (23/3/2022) di SDN 12 Parigi, harus batal terlaksana karena di duga tim Covid-19 pada Puskemas Kecamatan Parigi itu tidak ada yang hadir. Padahal, para siswa didik yang susah siap mengikuti vaksin telah hadir di dampingi langsung orang tua, wali mereka.

Kepala Dikbud Muna, La Taha yang dikonfirmasi mengatakan kalau dirinya belum mendapat informasi tentang batalnya pelaksanaan vaksinasi tersebut.

"Saya tidak tau apa penyebabnya, banti kalau boleh konfirmasi ke Kadisnya, karena saya lagi di luar daerah," Ucap La Taha (26/3/2022).

Penyebab batalnya vaksinasi masal di dua sekolah itu, di duga karena Vaksin yang disiapkan terjadi perubahan suhu akibat listrik di Puskesmas Parigi tidak memiliki pulsa, sehingga selama beberapa hari listrik di Puskesmas padam.

Salahsatu Sumber yang meminta namanya untuk tidak disebutkan, kepada Akuratnews.com mengatakan bawah hal itu terjadi karena temperatur suhu Vaksin itu berubah menjadi tidak stabil seperti temperatur suhu yang seharusnya, sehingga ada keraguan karena jangan sampai membahayakan terhadap anak.

"Penyebab Vaksin berubah suhunya akibatkan listrik di Puskesmas padam karena tidak miliki pulsa," ungkapnya.

Penulis: Zainal Arifin

Baca Juga