oleh

Kementerian Perhubungan Akan Selidiki Penyebab Kecelakaan Bus Sukabumi

Sukabumi, Akuratnews.com – Kecelakaan bus pariwisata di jalan raya Cibadak – Palabuhanratu di Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat terjadi pada Sabtu (08/09/2018) pukul 12.00 WIB.

Kecelakaan ini mengakibatkan 23 orang meninggal dunia dan 14 lainnya luka-luka.

Terkait kecelakaan tersebut, Direktur Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat), Budi Setiyadi, mengungkapkan, rasa belasungkawa.

“Saya turut berduka atas kejadian tersebut. Saat ini saya telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan terkait penyebab kecelakaan,” ujar Budi dalam keterangannya, Minggu (09/09/2018).

Pihak Direktorat Jenderal Perhubungan Darat pun masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk kepolisian setempat yang menangani kecelakaan.

Dari hasil analisis awal penyebab kecelakaan ditemukan beberapa hal, yaitu kendaraan sudah tidak memiliki kartu pengawasan dan tidak melakukan uji kir sejak tahun 2016.

Ditemukan juga informasi bahwa kondisi kendaraan sudah bermasalah sejak di Lido Cijeruk, Bogor namun masih meneruskan perjalanan.

Selain itu, ujar Budi, kondisi jalan yang berupa tikungan tajam ke kiri dikombinasikan dengan turunan. Dari hasil pengamatan sementara berkaitan dengan kondisi alinyemen jalan, jalan berliku dan turunan dengan gradien turunan sekitar 9-14 persen. Sisi jalan berupa bukit dan beberapa titik terdapat jurang, fasilitas perlengkapan jalan yang masih kurang.

“Pengemudi diperkirakan kurang lihai mengoperasikan kendaraan, dikarenakan kondisi kendaraan dan medan yang sulit dikuasai. Hingga saat ini pun pengemudi belum diketahui keberadaannya,” sebut Budi.

Berdasarkan pengamatan itu, lanjut Budi, maka Ditjen Hubdat merencanakan beberapa penanganan tindak lanjut, antara lain melakukan perbaikan dan penambahan perlengkapan jalan pada beberapa ruas jalan yang belum memenuhi standar keselamatan, menempatkan pos pengawasan terpadu Kepolisian dan Dinas Perhubungan pada titik masuk jalan Cikidang terhadap bus yang akan melintas.

Selain itu, mengumpulkan semua operator untuk dilakukan pembinaan di seluruh wilayah, melakukan ramp check pada kendaraan milik instansi yang sering digunakan untuk sarana transportasi pegawai, serta melakukan ramp check di lokasi wisata sekaligus pemberian imbauan terhadap angkutan wisata yang melanggar.

Selain itu, terang Budi, pihaknya menyiapkan penanganan jangka panjang, yakni menerbitkan surat edaran kepada perusahaan angkutan pariwisata agar melakukan pemeriksaan kendaraan sebelum beroperasi serta deregulasi terhadap peraturan dirjen tentang pengawasan angkutan umum agar dilakukan pengawasan yang lebih ketat terhadap kendaraan wisata.

“Nantinya kami juga akan memperbaiki regulasi untuk melakukan ramp check bagi bus pariwisata. Akan ada tiga alternatif yaitu ramp check yang dilakukan oleh PO (perusahaan otobus), atau ramp checkoleh Dinas Perhubungan atau dilakukan oleh terminal. Jadi nanti bus pariwisata akan diarahkan masuk terminal,” jelas Dirjen Budi.

Menindaklanjuti kecelakaan bus pariwisata itu, papar Budi, PT Jasa Raharja akan memberi hak santunan korban meninggal serta menerbitkan surat jaminan bagi korban yang luka-luka. (Red)

Komentar

News Feed