Pertemuan Prabowo-Jokowi di MRT

Keras, Kritik Asyari Usman untuk Prabowo: Inilah Induk Segala Pengkhianatan!

Postingan Asyari Usman di Facebook. (Foto: Dok Akuratnews.com)

Jakarta, Akuratnews.com - Media Sosial riuh dengan pertemuan Prabowo Subianto dengan Jokowi di MRT. Pertemuan itu dianggap mengejutkan para pendukung Prabowo yang sebelumnya mendengar pidato bahwa ketum Gerindra itu tidak ingin mengkhianati para pendukungnya.

Para pendukung Prabowo pun menyatakan kekecewaannya. Sebab bagi sebagian dari mereka, pertemuan itu dianggapnya sebuah pengkhianatan atas perjuangan para Pendukung yang selama ini menganggap Prabowo adalah simbol perlawanan, perjuangan dan semangat di tengah hegemoni anggapan kegagalan pemerintahan Jokowi-Jk.

Salah satu yang bersuara keras adalah Wartawan Senior, Asyari Usman. Tidak tanggung-tanggung, Asyari mempublish sebuah opini dengan judul "Inilah Induk Segala Pengkhianatan".

"Prabowo Subianto, hari ini kau khianati ratusan juta pendukungmu. Kau tusuk perasaan mereka. Dengan entengnya. Dengan mudahnya. Tanpa rasa bersalah." Tulis Asyari Usman dalam Opini yang dipublish di Facebooknya hari ini, Sabtu 13 Juli 2019.

Menurut Asyari, Prabowo, hari ini telah menghancurkan perasaan ratusan juta rakyat Indonesia. Apa pun alasannya, namun menurut Asyari, pertemuan itu menyakitkan hati rakyat yang mendukung Prabowo mati-matian.

"Dan memang banyak yang benar-benar mati. Hilang nyawa." Tegas Asyari.

Berikut, opini Asyari Usman yang keras terhadap Prabowo Subianto yang dikutip Akuratnews.com dari Laman Facebook Asyari Usman, sebagai berikut:

Inilah Induk Segala Pengkhianatan

Prabowo Subianto, hari ini kau khianati ratusan juta pendukungmu. Kau tusuk perasaan mereka. Dengan entengnya. Dengan mudahnya. Tanpa rasa bersalah.

Prabowo, hari ini kau hancurkan perasaan ratusan juta rakyat Indonesia. Kau mungkin punya alasan tersendiri untuk menemui dia. Tapi, apa pun alasan kau, pertemuan itu menyakitkan hati rakyat yang mendukungmu mati-matian. Dan memang banyak yang benar-benar mati. Hilang nyawa.

Bagi para pendukung Prabowo, inilah momen untuk Instrospesksi. Momen untuk meluruskan dan memperkuat aqidah. Bergantunglah dan minta tolonglah hanya kepada Allah SWT. Bukan kepada manusia. Bukan kepada Prabowo. Makhluk tidak akan pernah memenuhi harapan sesama makhluk.

Prabowo adalah makhluk. Mungkin selama ini Anda, kita, berharap terlalu muluk kepada Prabowo. Kita menyangka dia akan teguh pada apa-apa yang telah dikatakannya. Kita menyangka dia akan timbul dan tenggelam bersama rakyat. Akan mati bersama rakyat seperti yang dia ucapkan.

Dia mengatakan dia tidak akan mengkhianati pendukungnya. Tetapi, Allah menunjukkan yang lain. Ternyata, Prabowo berkhianat. Dengan mudahnya dia menjual murah harga dirinya dan harga diri ratusan juta pendukungnya.

Sekarang, Prabowo telah secara resmi mengucapkan dan selamat bekerja kepada orang itu. Hebatnya, dia masih bisa bercanda. Bergurau menghibur orang itu. Seolah-olah tidak menyakiti perasaan para pendukungnya.

Untuk terkhir kalinya menyebutkan predikat “Pak”, saya masih memberikan bilik kecil ‘husnuzzon’ kepada Anda, Pak Prabowo. Husnuzzon tipis saya berikan sekadar menampung kemungkinan pertemuan ini adalah taktik Anda untuk sesuatu yang mengejutkan. Tetapi, untuk detik ini kami anggap pertemuan itu adalah gambaran tentang kualitas Anda.

Kawan-kawan, hari ini bukan akhir dari perjuangan umat. Sebaliknya, inilah awal dari babak baru perjuangan yang akan dipandu oleh pengalaman hari ini.

Hari ini bukan penyataan mundur umat. Lihatlah, cernalah, dan anggaplah pertemuan Prabowo dengan orang itu, hari ini, sebagai induk dari segala pengkhianatan.

Artinya, sudah begitu banyak pengkhianatan terhadap perjuangan umat selama ini. Hari ini, Allah tampilkan induk dari segala pengkhianatan itu.

The mother of all betrayals.

Postingan status yang diunggah 8 jam lalu ini, sudah di-Like 1.719 orang dengan komentar mencapai 905 orang dan dibagikan hingga 421 kali.

Belum ada tanggapan Prabowo maupun Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandi atas unggahan kekecewaan ini. **

Penulis:

Baca Juga