Musyawarah Kerja Nasional GPII

Ketum GPII: Jika Kebhinnekaan Tak Dirawat, Indonesia Maju Hanya Akan Menjadi Angan-Angan

Jakarta Akuratnews.com - Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) menggelar Seminar Nasional Pra Musyawarah Kerja Nasional di Hotel Sentral Jl. Pramuka Raya Cempaka Putih Jakarta Pusat pada Jumat (5/4/2019) dihadiri oleh Kader kader GPII. Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya.

"Kegiatan ini adalah kegiatan Pra Musyawarah Kerja Nasional dan kegiatan ini sebagai langkah awal untuk kegiatan lebih besar yaitu Musyawarah Kerja Nasional dan saya mengucapkan banyak terima kasih atas kehadiran dan pertisilasi," Ujar Ketua Panitia Nasir.

Sementara Sekjen GPII, Ridwansyah menyampaikan, Pra Mukernas ini ada beberapa point yang harus digarisbawahi termasuk menghadapi pesta demokrasi.

"Kita berkumpul di sini untuk membahas ke depan, khususnya generasi muda, artinya kemana gerakan Islam ini melangkah."

"Ke depan dengan adanya pesta demokrasi kita sama-sama memilih calon pemimpin, oleh karena itu, dalam pertemuan ini kita akan membahas gagasan yang harus kita bicarakan," jelas Ridwansyah.

Berbeda dengan Sekjen GPII, Masri Ikoni, Ketum GPII menyatakan mengklaim kuatnya ekonomi Indonesia berdasarkan infrastruktur. "Hari ini perkembangan ekonomi Indonesia jika di bandingkan dengan waktu yang lalu, bisa di bilang ekonomi (saat ini) ekonomi yang kuat, kuatnya di mana? yaitu dari Insfrastruktur, jika kita tidak meninggalkan Insfastruktur untuk generasi ke depan bagaimana kita bisa mengatakan Indonesia maju?" Ujar Masri.

Menurut dia, Indonesia maju membutuhkan kerja sama semua pihak. Indonesia adalah Bangsa besar di dunia karena Indonesia mempunyai suku lebih dari 700 Suku. "Begitu juga dengan Bahasa dan Pulau-pulau, ini adalah anugrah dan harus kita rawat dan kita jaga," tambahnya.

Masri menegaskan, jika kebhinnekaan ini tidak kita rawat mustahil kita akan menuju Indonesia maju, "Jika perbedaan-perbedaan yang ada di Indonesia ini tidak kita rawat, maka 'Indonesia Maju' itu akan hanya menjadi angan-angan," Tegasnya.

Menurut Masri, hoax itu harus kita lawan karena hoax itu sengaja di produksi yang tujuannya adalah untuk membuat dan menciptakan kondisi yang tidak nyaman.

"Ke depan akan banyak pekerjaan yang hilang ini bukan karena pemerintah tapi karena perkembangan teknologi dunia melenial karena semua pekerjaan akan dikerjakan dan digantikan oleh robot, pada tahun 2045 sampai 2050 Indonesia akan menjadi negara nomor 4 terbesar di Dunia," Klaim Masri.

"Saya yakin ke depan Indoneaia akan makmur karena pemerintah telah membangun bendungan besar yang mampu mengairi ribuan hektar sawah," tandasnya.

Penulis: Ahmad Ahyar
Editor:Ahmad Ahyar

Baca Juga