oleh

KPI: Program Siaran Dilarang Berpihak ke Salah Satu Calon Pemilu

Jakarta, Akuratnews.com – Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menegaskan bahwa masyarakat memiliki hak dan kewajiban untuk memperoleh informasi yang berimbang. Untuk itu, media massa diharapkan tidak berpihak pada salah satu calon tertentu dalam Pemilu 2019.

“Program siaran dilarang berpihak pada salah satu calon di Pemilu atau Pilkada baik di pemberitaan atau apapun,” kata Komisioner KPI, Dewi Setyarini dalam diskusi bertema ‘Jelang Pemilu 2019, Peran Media Dalam Menjaga Keutuhan dan Persatuan Bangsa’ di Voltaire Koffe, Jl. Matraman Raya, Jakarta Timur, Kamis (8/11/2018).

Terkait pemberitaan dan sosialisasi yang dilakukan oleh media, program siaran menurutnya harus menyediakan waktu yang cukup bagi semua kandidat Pemilu dan Pilkada. Baik dalam pemberitaan, talkshow maupun genre apapun.

Serta adanya pemberitaan yang proporsionalitas terhadap masing-masing calon atau peserta Pemilu, Partai atau Caleg.

Hal itu, ujar Dewi, merupakan standar yang diatur dalam Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran (P3 dan SPS) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran.

Dewi juga menjelaskan KPI memiliki tugas dan kewenangan dalam Pemilu 2019. “KPI punya hubungan erat di Pemilu karena kami sebagai lembaga yang berwenang untuk menjamin Pemilu berjalan sportif dan profesional, khususnya di lembaga penyiaran,” sebut dia.

Untuk itu, Dewi menuturkan pihaknya bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) Dewan Pers dan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) sudah membentuk gugus tugas dan membuat nota kesepahaman (MoU) dalam menyambut Pileg dan Pilpres.

Ia menjelaskan ada beberapa mekanisme yang akan diterapkan ketika ditemukan pelanggaran oleh media. “Kita akan lakukan treatment, tapi akan kita bahas di gugus tugas. Begitu juga dengan KPU dan lain sebagainya. Hasilnya akan kita tentukan keputusan hukumnya,” pungkas Dewi. (Ysf)

Komentar

News Feed