oleh

Lapangan Merdeka Kota Langsa Menjadi Lautan Manusia

Langsa, Akuratnews.com – Puluhan Ribu Warga Kota Langsa dan Sekitarnya “tumpah ruah” menghadiri taushiyah Ustaz Abdul Somad yang di gelar di alun-alun Kota Langsa, Senin (31/12/2018) malam.

Hasil Pantaun Media Akuratnews.com di lapangan, sejak siang warga dari berbagai daerah mulai memadati alun-alun Lapangan Merdeka Langsa.

Bahkan saat memasuki waktu shalat maghrib, demi untuk mendapatkan tempat duduk warga menunaikan shalat maghrib di alun-alun tersebut.

Sedangkan Acara tabligh akbar ini baru dimulai usai pelaksanaan shalat Isya.

Walikota Langsa Tgk. Usman Abdullah, SE dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Ustaz Abdul Somad.Lc.MA yang telah hadir mengisi tausiah dalam rangka mengenang peristiwa tsunami 14 Tahun silam.

Dikatakannya, bencana bisa menjadi teguran bagi umat manusia semua, supaya terus mengingat dan kembali kepada Jalan Allah.

“Semoga acara Tausiah dan Zikir Akbar ini membawa berkah, dan memberikan ilmu pengetahuan kepada kita semua,” kata walikota langsa.

Sementara itu, Ustaz Abdul Somad.Lc.MA dalam taushiyahnya mengatakan, enam tahun silam di Kota Langsa saat malam pergantian tahun banyak diwarnai dengan kemaksiatan hura hura yang tidak ada manfaat nya.

Namun, lanjut UAS, beruntung Kota Langsa memiliki sosok pemimpin seperti Bapak walikota Usman Abdullah yang cinta NKRI dan syariat Islam.

Di Kota Langsa, sebut Somad, ada seorang pemimpin yang cinta NKRI cinta agama, melihat  kondisi pada saat dulu saat malam tahun baru banyak yang hura-hura, maka beliau (Walikota, red) melaksanakan tabligh akbar.

“Daripada, nongkrong-nongkrong tidak jelas dan untuk menghindari maksiat saat malam tahun baru, maka kita laksanakanlah zikir dan tabligh akbar ini,”ujarnya.

“Jangan malam-malam diisi dengan dosa, isilah dengan zikir dan doa serta taushiyah,”tambahnya.

Dijelaskan Somad, sebagai manusia perlu untuk mengisi waktu dengan perbuatan positif, karena waktu yang berlalu tak dapat berulang kembali.

“Tatap masa depan, isi dengan amal shalih dan bermunajat kepada Allah,”imbuhnya.

Konsep waktu dalam islam, sudah jelas dalam Alquran, Demi waktu,  semua yang melewati waktu rugi, kecuali orang-orang yang membaca Alquran, orang-orang beriman.

“Malam ini tidak ada anak muda yang berboncengan dengan non muhrim, karena semuanya hadir disini mendengarkan tabligh akbar,”ungkapnya. (Iqbal)

Loading...

Komentar

News Feed